Sabtu , 25 November 2017
Home > Telisik > Dicari:  Pahlawan Penegak Kebenaran dan Keadilan
Rakyat kini menanti sosok pahlawan yang berani menegakkan kebenaran dan keadilan serta memberantas korupsi (revolusi zaman)

Dicari:  Pahlawan Penegak Kebenaran dan Keadilan

BERANI memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta rela berkorban bagi masyarakat merupakan sosok kepahlawanan yang dituntut di tengah merosotnya nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan sejumlah elit di negeri ini di masa kini.

Hal itu tercermin dari hasil pengumpulan pendapat yang digelar harian Kompas (Kompas 13/11) terhadap 484 responden berusia minimal 17 tahun di 14 kota besar di Indonesia dari 8 sampai 10 November 2017.

Sebanyak 47,4 persen kelompok responden berusia 17- 37 tahun dan 41,4 persen berusia di atas 38 tahun menilai, kebenaran menegakkan kebenaran dan keadilan adalah kriteria yang tepat untuk mengukur kepahlawanan seseorang di masa kini.

Selanjutnya, 34,9 persen kelompok responden (17 – 37 tahun) dan 37,9 persen berusia di atas 38 tahun memilih orang yang bersedia berkorban bagi masyarakat  sebagai sosok pahlawan yang dicari.

Sedangkan 15,4 persen responden (17 sampai 37 tahun) dan 12,6 persen responden berusia diatas 38 tahun memilih orang dengan  prestasi yang berguna bagi kepentingan umum sebagai sosok pahlawan yang diidam-idamkan.

Sementara itu, 18,9 persen responden berusia 17 – 37 tahun dan 19,4 persen  diatas usia 38 tahun menjawab, nilai-nilai kepahlawanan saat ini makin kuat,  16,6 dan 21 persen masing-masing dari kelompok usia tersebut menganggap tetap kuat, 7,4 dan 7,1 persen menilai tetap lemah, sedangkan lebih separuh (masing-masing 56,6 dan 50,5 persen) menilai,  makin lemah.

Hambatan untuk mewujudkan nilai kepahlawanan, menurut 41,1 dan 34,6 persen kelompok usia adalah kurangnya pendidikan mengenai penanaman nilai-nilai tersebut, 17,1 dan 29,4 persen kurangnya keteladanan dari para elite, 23,4 dan 11,7 persen gaya hidup konsumtif, 16 dan 13,3 persen akibat faktor kesulitan ekonomi.