Sabtu , 25 November 2017
Home > Senyum Pagi > Galaunya Prof. Mahfud MD
Karikatur tentang jual beli hukum yang sering terjadi di Senayan (DPR). (Matanews.com)

Galaunya Prof. Mahfud MD

RASA galau itu sudah menjadi hak semua anak bangsa, karena itu sangat manusiawi. Tapi galaunya pakar hukum tatanegara yang juga mantan Ketua MK, Mahfud MD, sangat lain! Beliau mengaku galau karena, prinsip-prinsip hukum dengan sengaja dirusak oleh orang-orang yang paham hukum demi kepentingan politik semata. Karena galau itu manusiawi, Profesor bolah-boleh saja galau, tapi yang penting jangan sampai kena vertigo seperti Ketua DPR kita.

Yang sangat bikin Mahfud MD galau bin gundah gulana, kadang kala orang-orang yang sudah tahu hukum, karena kepentingan politik  mereka dengan sengaja merusak prinsip-prinsip hukum itu sendiri. Bisa untuk kepentingan kekuasaan (politik), bisa juga untuk kepentingan keuangan.

Dalam soal pembubaran ormas HTI misalnya, Mahfud MD beda pendapat dengan Yusril Ihza Mahendra. Menurut Yusril, ormas tidak boleh ditindak sebelum ada putusan hukum. Sedangkan kata Mahfud MD, boleh! Alasannya, yang dilakukan pemerintah atas HTI itu adalah menyangkut hukum administrasi negara. Dalam hukum pidana sebagaimana pendapat Yusril Ihza Mahendra memang betul. Proses dulu lewat pengadilan, setelah ada vonis baru kemudian eksekusi.

Guru Besar UII Yogyakarta itu mengaku sampai pikirannya ikutan kacau, melihat kacaunya hukum di Indonesia. Ada 3 hal yang menyebabkan hal itu terjadi. Pertama, hukum digugat karena kurangnya pengalaman si pembuat hukum yang tidak profesional atau tidak ahli. Kedua, karena adanya permainan politik atau tukar-menukar materi dalam membuat suatu undang-undang. Ketiga, karena adanya penyuapan anggota Dewan dalam penyusunan UU.

Di negeri ini, asal sudah bergelar SH sudah dianggap pakar dalam urusan hukum. Maka ketika menjadi anggota DPR, penempatannya langsung di Komisi III (Hukum). Padahal dalam prakteknya, keahlian hukumnya yang masih minim itu malah dibuat untuk mencari komisi lewat jual beli pasal.