Jumat , 15 Desember 2017
Home > Berkat > Kondisi Pusat Penahanan Migran di Manus Terus Memburuk
Pengungsi di Pulau Manus/ Reuters

Kondisi Pusat Penahanan Migran di Manus Terus Memburuk

PAPUA NUGINI  –  Tempat penahanan pencari suaka yang ditinggalkan oleh Australia di Kepulauan Manus Papua Nugini (PNG) menghadapi kondisi kebersihan dan wabah penyakit yang memburuk.

Pihak berwenang Australia membiarkan pencari suaka di dalam sebuah pusat penahanan di pulau Pasifik pada 31 Oktober, dengan alasan sebuah keputusan pengadilan PNG bahwa kamp penjara itu ilegal. Bantuan makanan, air, obat-obatan, dan layanan tenaga kemudian dihentikan.

Laporan kemudian muncul bahwa petugas imigrasi PNG telah mengosongkan limbah ke persediaan air darurat para pengungsi, mencemari air dengan bakteri dan mikroba berbahaya.

Guardian pada hari Senin mengutip seorang petugas polisi PNG yang membunyikan alarm tentang ancaman segera terjadinya wabah penyakit di kamp tersebut.

“Pusatnya tidak higienis, penyakitnya seperti penyakit tifus, kolera dan disentri,” kata David Yapu, komandan polisi di Pulau Manus.

Dia memperingatkan bahwa wabah penyakit berpotensi fatal secara luas sangat nyata dan perlu ditangani segera.

Seorang pencari suaka di lokasi tersebut menggambarkan situasinya sebagai “kritis.”

“Kami haus dan telah menunggu hujan dalam beberapa hari ini. Kami memiliki beberapa air yang dijatah untuk kami tapi itu tidak cukup dalam cuaca panas tropis. Imigrasi menghancurkan air yang kami kumpulkan dari hujan tropis, “katanya.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan pada hari Senin bahwa pemerintahnya telah  meyakinkan Australia untuk mengizinkan negaranya untuk mengambil beberapa pencari suaka di tengah laporan kondisi kesehatan yang memburuk di pusat pengungsian Manus.

Arden telah beberapa kali menawarkan diri untuk menerima 150 pengungsi yang ditahan di PNG. Tapi Australia menolak tawaran tersebut.