Jumat , 15 Desember 2017
Home > Telisik > Aksi Persekusi, Cermin Rendahnya Adab
Aksi persekusi, perburuan atau penghakiman massa terhadap orang atau kelompok orang, melanggar HAM. RI adalah negara hukum sehingga setiap tersangka pelanggaran hukum harus diproses secara hukum, tidak bisa dihakimi secara sewenang-wenang

Aksi Persekusi, Cermin Rendahnya Adab

PERSEKUSI berupa aksi perburuan atau penghakiman massa secara sewenang-wenang atas orang atau kelompok tertentu selain ancaman bagi keutuhan bangsa, juga mencerminkan masih rendahnya tingkat peradaban masyarakat.

Perbedaan, menurut anggota Unit Kerja Presiden (bagi) Pembinaan Ideologi Pancasila, buya Syafii Maarif yang juga tokoh Muhammadiyah, merupakan keniscayaan bagi setiap insan, saat ini kadang-kala direspons secara represif.

Untuk itu ia berharap dilakukannya  pembenahan sistem politik, sosial, keagamaan dan ekonomi secara total selain mendidik rakyat  yang menghadapi  tantangan besar untuk mengisi otak dengan ilmu dan mengisi hati dengan simpati dan empati.

Buya menilai, maraknya aksi persekusi,penghakiman atau perburuan terhadap orang atau sekelompok orang akhir-akhir ini terjadi akibat frustrasi rakyat pada kinerja birokrat, termasuk pada penegak hukum dan kondisi lingkungan mereka.

Kecaman keras terhadap aksi persekusi oleh kelompok tertentu juga disuarakan Komnas HAM yang menilai, setiap orang harus dilindungi  dan jika diduga melanggar hukum harus diproses secara hukum. Tidak boleh langsung dihakimi.

“Indonesia negara hukum. Sistem hukum yang berjalan harus berdasarkan penghormatan pada HAM, “ kata Wakil Ketua Komnas HAM Sandra Moniaga.

Aksi persekusi yang dikategorikan sebagai pelanggaran hak azasi manusia merdeka, juga sering  membuat korban trauma atau menderita sepanjang hayatnya, bahkan ada yang tewas di tangan massa.

Berdasarkan laporan Jaringan Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet), sepanjang paruh pertama 2017 saja terjadi 88 kasus persekusi di sejumlah wilayah di Indonesia dengan 12 pelaku yang diproses secara hukum, dua diantaranya dinyatakan bersalah.

 

Korban Aksi Persekusi

Korban persekusi menimpa pasangan kekasih RN (28) dan MA (20) di kawasan Cikupa, Tangerang (11/11) yang dianiaya dan diarak massa dipimpin ketua RT dan RW agar mengaku berbuat mesum, pakaian mereka pun dilucuti hingga nyaris bugil .