Jumat , 15 Desember 2017
Home > Oase > Imam Khatolik dan Muslim pada Saat Makan Siang
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral berdampingan. Foto:MetroNews

Imam Khatolik dan Muslim pada Saat Makan Siang

Saya sedang berbicara dengan seorang Imam (Romo) Katholik dan seorang pemuda Muslim di sebuah restoran saat makan siang. Setelah pelayan datang menyajikan hidangan, kami langsung makan, kecuali sang pemuda Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa tahunan (Ramadhan) yang diperintahkan Allah dalam Al Quran.

Ketika makan siang sudah usai, dan tamu-tamu lain restoran meninggalkan tempat, salah seorang dari tamu itu tidak dapat menahan diri, berkomentar: “Anda lihat betapa fanatiknya orang-orang Muslim itu. Saya gembira melihat kalian orang-orang Katholik tidak seperti mereka”.

“Tetapi, kami juga (fanatik),” sahut sang Romo, “Ia sedang berusaha menjalankan perintah Tuhan seperti saya. Kami hanya mengikuti hukum yang berbeda”. Dan, sang Romo mengakhiri, sekaligus menyimpulkan: “Ini memalukan bahwa orang-orang melihat hanya perbedaan-perbedaan yang memisahkan (mereka). Jika Anda melihat dengan lebih (perasaan) cinta, kalian akan melihat pada dasarnya kami punya banyak persamaan, dan separuh dari persoalan dunia akan terselesaikan”.

(Disadur dari karya Paulo Coelho, dalam buku “Like the flowing River”, halaman 212, oleh Parni Hadi. Jakarta, 3 Desember 2017).