Jumat , 15 Desember 2017
Home > Berita Khas > Badai Belum Berlalu
Banjir dan tanah longsor akibat badai cempaka dan dahlia a.l. menerjang Pacitan, Jatim (28/11). Kewaspadaan terus dituntut megingat masih ada dua bibit cyclon lagi (93W dan 97S) yang dapat memicu musibah berikutnya (gambar:okezone)

Badai Belum Berlalu

WALAU badai Cempaka dan Dahlia sudah menjauh setelah menyisakan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Indonesia,  kesiapsiagaan masih dituntut terus mengingat masih ada bibit siklon lainnya yang mengintai.

Pada akhir pekan lalu BMKG mendeteksi adanya bibit siklon tropis 93W dan 97S yang berpotensi memicu cuaca buruk di sejumlah wilayah tanah air.

Bibit siklon 93W, kata Ketua BMKG Dwikorita Karnawati,  memang di bawah  tanggungjawab pemantauan Australia dan 93W di bawah pemerintah India, namun  peringatan dini perlu disampaikan karena dampaknya  pada wilayah RI.

Bibit siklon 97S memicu hujan dengan intensitas sedang di NTT dan gelombang setinggi 2,5 sampai empat meter di perairan barat Lampung, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas dan perairan selatan Jatim sampai Lombok.

Sedangkan bibit siklon 93W akan menimbulkan gelombang setinggi 2,5 hingga empat meter di perairan Lhokseumawe, Sabang dan Aceh, bahkan gelombang sampai setinggi enam meter di Selat Malaka bagian utara.

Topan Cempaka menyisakan musibah banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten  di Jateng pekan lalu yakni di Klaten, Sukoharjo, Purworejo, Wonogiri, Wonosobo dan Semarang, DIY Yogyakarta serta Pacitan dan Ponorogo di Jatim.

Di wilayah DIY Yogyakarta tiga korban tewas akibat longsor di Kp. Jlagran, Pringgokusuman, sementara  hujan sepanjang hari (28/11) menggenangi kawasan kota dan 18 kecamatan di Kab. Gunung Kidul, dan menumbangkan pepohonan.

Sebanyak 17 korban tewas akibat longsor dan lima lainnya hanyut akibat banjir di lima kecamatan di Kab. Pacitan, merendam 3.000 rumah dan menciptakan 7.000 pengungsi.

Banjir di wilayah Jatim dilaporkan pula menggenangi 5.000 rumah di 21 desa di Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan dan Kab. Gresik akibat luapan sungai yang melintas di wilayah tersebut.