Jumat , 15 Desember 2017
Home > Berita Khas > Aksi Volunteerism Bisa Dukung Keberlangsungan Kehidupan Bumi

Aksi Volunteerism Bisa Dukung Keberlangsungan Kehidupan Bumi

JAKARTA (KBK) – Sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa menjadi inspirasi dan memberikan kebaikan serta manfaat bagi manusia lain untuk berbuat baik. Ujar Direktur Disaster Management Centre Dompet Dhuafa Syamsul Ardiansah saat memberikan sambutan pada acara Malam Apresiasi Relwan di Tebet, Jakarta Selatan.

Kebaikan ini lanjut Syamsul bisa dibagikan kepada seluruh umat dengan berbagai cara, salah satunya dengan aksi kerelawanan atau volunteerism. Syamsul menuturkan dalam konteks kerelawanan arti bermanfaat bagi orang lain yakni manusia yang mampu menyebarkan inspirasi tentang kebaikan untuk dirinya sendiri mau pun orang-orang di lingkungan sekitar.

Syamsul menerangkan, mengutip temuan Prof Emil Salim daya dukung bumi yang kini kita pijak sebenarnya hanya layak untuk dihuni oleh kurang lebih 4,7 miliar manusia. Faktanya, saat ini sudah ada kurang lebih 8 miliar penduduk bumi dan pada tahun 2030 yang akan datang, diperkirakan penduduk bumi akan mencapai 9 miliar jiwa.

“Bumi sedang menanggung dua kali lipat dari jumlah penduduk ideal sesuai dengan daya-dukung alam. Kita hidup di atas bumi dengan sumberdayanya yang terbatas dan semakin terbatas,” ujar Syamsul.

Supaya bumi tetap terus bisa dihuni dengan penduduk yang semakin banyak kata Syamsul tak ada pilihan lain selain mengoptimalkan anugerah Allah SWT dengan dua cara. Pertama penduduk bumi harus mengembangkan daya pikir agar manusia tetap bisa mengambil manfaat dari alam tanpa harus mengurangi hak generasi yang akan datang untuk menikmati sumberdaya sebagaimana yang dinikmati saat ini. Pilihan kedua penduduk bumi harus lebih giat mengasah rasa kemanusiaan.

“Karena dengan sumberdaya yang terbatas, tidak ada pilihan bagi kita selain mau berbagi. Membagi pengetahuan, membagi tenaga, dan membagi sumberdaya yang kita punya dan menghimpunnya menjadi sumberdaya bersama, agar semua umat manusia tanpa kecuali dapat hidup secara bermartabat di tengah keterbatasan. Ini relevan dengan volunteerism,” terang Syamsul.