Perempuan Ini Duga Sakit Perut karena Hamil, Ternyata Kanker Ganas

339 views
Kerja keras sampai begadang bisa merusak hati. Foto: Viral4Real
- Advertisement -

JAKARTA – Jika Anda merasakan sesuatu yang berbeda di tubuh Anda atau merasakan sakit pada bagian yang belum pernah Anda alami sebelumnya, sebaiknya bawa ke dokter dan diperiksa.

Pengalaman pahit dialami oleh Xiao Jia yang berusia 23 tahun di China. Perutnya membengkak dan sakit. Dia mengira, ia sedang hamil karena menstruasi juga sudah tak datang-datang sudah beberapa bulan.

Semuanya berawal ketika ia diterima di universitas impiannya dan ia mulai belajar dengan giat. Bahkan malam hari ia begadang dan belajar dengan tekun. Usaha itu ia tempuh dengan berharap bisa mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan. Setelah menyelesaikan studinya dan Ia pun mendapatkan pekerjaan dengan bayaran yang bagus. Namun, kerja keras masih membebani tubuhnya.

Dia mulai mengalami sakit perut parah yang membuatnya tetap terjaga di malam hari. Perutnya semakin membesar, teman-teman sekolahnya berpikir bahwa dia hamil.

Namun, saat rasa sakit itu memuncak, mereka memutuskan untuk menyuruhnya diperiksa oleh dokter. Setelah didiagnosis dengan seksama, dokter menemukan bahwa Xiao Jia tidak hamil. Perutnya bengkak dan sakit parah karena cairan yang menumpuk dan ditidak normal di perutnya.

Sayangnya, cairan itu bukan alasan utama rasa sakitnya. Ternyata ia mengidap kanker hati sudah tahap keempat.

Hanya dalam tiga bulan, kesehatan Jia memburuk. Dan suatu malam sekitar jam 7 malam, keluarganya memanggil sebuah ambulans. Sayangnya, Jia sudah meninggal saat ambulans tiba. Jia tidak lagi bereaksi terhadap cahaya dan mesin elektrokardiogram menunjukkan garis lurus.

“Dokter! Tolong, saya mohon selamatkan nyawa anak perempuan saya! ” ungkap Ibu pasien sangat sedih dan patah hati.

Melihat ibu pasien sangat sedih atas kematian mendadak putrinya, dokter tersebut enggan mengungkapkan kebenarannya. “Tidak ada tanda vital saat ia tiba di IGD dan tidak perlu melakukan penyelamatan darurat sama sekali. Saya minta maaf, tapi sudah terlambat. “

- Advertisement -