Cerita Eti Merawat Sang Buah Hati yang Derita Penyakit Ekstrem

168 views
- Advertisement -

JAKARTA – Tubuhnya meronta kesakitan. Setiap jam hanya tangisan bayi yang terdengar dari rumah Eti di sudut Kota Bogor, Jawa Barat. Setiap detik pula Eti mesti menenangkan Muhammad Waqi, anaknya yang berusia 1 tahun 8 bulan.

Sejak usia 7 bulan Waqi menderita penyakit autoimun yang menyebabkan munculnya gangguan pada kulit seperti lebuhan tersiram air panas. Tubuhnya memerah dan berdarah.

“Kalau lahir sih enggak apa-apa cuma kakinya cokelat. Pas tujuh bulan tahu-tahu kakinya melepuh. Pertama kali tahu langsung periksa ke apotek di sini, yang di Bogor itu. Ke spesialis kulit di situ. Belum tahu, dari apoteknya juga bingung. Saya juga belum tahu kata dokter di situ,” ungkap Eti, seperti dilansir Kumparan.

Setelah diperiksa dokter di apotek, kondisi Waqi belum membaik. Waqi gatal-gatal hingga pecah tangisan.

“Terus pas saya bawa pulang bukannya lebih baik malah lebih parah. Rewel, nangis terus. Gatal-gatal. Terus akhirnya pada luka semua. Semua badan parah,” tambah Eti.

Melihat kondisi Waqi yang jauh dari harapannya, membuat Eti tak serta merta mengibarkan bendera putih. Ia terus berjuang demi kesembuhan anak bungsunya.

- Advertisement -