NIIS Takluk, Koalisi Saling Cakar di Suriah

540 views
Sisa-sisa bangunan Mesjid Agung al-Nuri di Mosul yang dihancurkan NIIS
- Advertisement -

ADAGIUM lawas “tidak ada teman atau lawan tetap, kecuali kepentingan yang abadi” tampak berlaku di Suriah setelah musuh bersama kelompok koalisi yakni kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) berhasil ditaklukkan.

Konflik Suriah bermula pada 2011 saat rezim petahana Bashar al-Assad yang meneruskan  29 tahun (1971 sampai 2000) kepemimpinan mendiang ayahnya, Hafez al-Assad mendapat perlawanan dari kelompok oposisi yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Di satu pihak, rezim al-Assad didukung Turki, Iran dan tentu saja Rusia yang memiliki pangkalan angkatan laut di Tartus, Suriah, sedangkan SDF didukung Amerika Serikat.

Ada lagi kelompok etnis minoritas yakni Kurdi yang bermukim di tapal batas Irak,Iran, Turki dan Suriah yang dimusuhi secara bersama  karena aksi-aksinya  memperjuangkan kemerdekaan Kurdi Raya, lepas dari keempat negara itu.

Bagi Iran, Irak dan Turki, dukungan bagi Suriah di bawah rezim al-Assad dianggap penting karena etnis minoritas Kurdi yang berada di perbatasan keempat  negara itu merupakan duri dalam daging dengan aksi-aksi  separatisme yang mereka lancarkan.

Sementara kehadiran NIIS yang memproklamasikan negara khilafah di Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah justeru membuat para pihak yang bertikai di Suriah, tanpa ada yang mengomandoi mereka, menghadapi musuh bersama.

AS bersama milisi Kurdi di Suriah (YPG) yang semula merupakan musuh keempat pemerintahan (Iran, Irak, Turki dan Suriah) serta  Rusia,  bergabung dalam satu kubu untuk memerangi NIIS.

Negara bertetangga Irak dan Iran sendiri juga pernah berperang selama delapan tahun (1980 – 1988) akibat sengketa perbatasan.

Pecah kongsi terjadi setelah ibukota NIIIS yang diproklamiskan di Mossul  jatuh (9 Juli ’17) kemudian menyusul, Raqqa di Suriah, menandai berakhirnya perlawanan kelompok Islam radikal itu, sehingga front baru pun tercipta untuk memerangi Kurdi (YPG).

- Advertisement -