Secercah Asa Damai dari PyeongChang

130 views
Olimpiade musim dingin 2018 di PyeongChang, Korsel, 9 sampai 25 Feb. diharapkan mengawali proses perdamaian antara dua negara serumpun Korsel dan Korut yang masih bestatus perang sejak l953.
- Advertisement -

OLIMPIADE  musim dingin yang digelar di kota PyeongChang, Korea Selatan, 9 sampai 25 Februari menggumpalkan harapan baru bagi terwujudnya perdamaian di Semenanjung Korea.

Di tahun-tahun terakhir ini, pemberitaan mengenai Korea, tidak jauh dari hujat-menghujat atau ancam-mengancam antara dua negara serumpun yang masih dalam status perang dan konco masing-masing tentunya.

Ancaman perang nuklir pun semakin nyata karena rudal-rudal balistik yang terus dikembangkan rezim Korut di bawah Kim Jon Un disebut-sebut mampu menjangkau Jepang, bahkan meluluh-lantakkan sejumlah  kota di Amerika Serikat, negara yang berada di kubu Korsel.

Apalagi Korsel, yang ibukotanya, Seoul hanya berjarak “sepelemparan batu” atau cuma sekitar 50 Km saja jaraknya dari perbatasan dengan Korut.

Dalam perang Korea yang berlangsung 1950 sampai 1953, hanya dalam waktu beberapa jam, ratusan ribu tentara Korut yang,  melancarkan serangan mendadak, berhasil menguasai Seoul, walau akhirnya berhasil dihalau pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Paling tidak 50-ribu tentara AS, 673.000 tentara Korsel dan 145-ribu tentara China tewas, tidak diketahui jumlah tentara Korut yang tewas, dan jika ditambah warga sipil, kemungkinan korban tewas sekitar tiga juta orang.

Ancaman perang membuat sumberdaya ekonomi digelontorkan untuk memperkokoh militer, terutama Korut yang mengalokasikan bagian besar anggarannya untuk ujicoba rudal dan senjata  nuklir di tengah embargo dan kesulitan ekonomi yang dialami rakyat.

Keikutsertaan kontingen Korut dalam olimpiade 2018 Pyeongchang cukup mengejutkan karena dilakukan di ambang pecahnya perang akibat ancam-mengancam yang sangat keras dan buntunya upaya damai melalu negosiasi.

Diawali pidato pemimpin Korut Kim Jong Un pada awal 2018 yang menyatakan pihaknya dengan tulus berharap, olimpiade musim dingin 2018 PyeongChang sukses dan niatnya untuk mengirimkan kontingen.

- Advertisement -