Konflik antar”Pemain Lama” di Suriah

420 views
Ilustrasi/Ist
- Advertisement -

SURIAH pasca surutnya pengaruh kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) malah bertambah runyam, karena terjadi lagi eskalasi konflik baru walau tetap dilakukan oleh “pemain-pemain” lama.

Jet-jet tempur Israel menggempur 12 titik sasaran di dalam wilayah Suriah, Sabtu (10/2) dengan alasan dari dalam wilayah itu, milisi (diduga Hesbollah) yang didukung Iran menerbangkan pesawat tanpa awak (drone),memasuki wilayahnya.

Hal itu dibantah oleh Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal  Hossein Salami yang menyebutkan, klaim Israel tersebut suatu kebohongan untuk menutupi kejahatan yang dilakukannya terhadap negara lain.

Tidak diketahui korban di pihak Suriah dan milisi yang didukung Iran akibat serangan Israel yang menyasar sistem pertahanan udara Suriah dan basis milisi tersebut,sementara AU Israel kehilangan satu pesawat tempur F-16.

Israel adalah musuh bebuyutan Suriah dan negara-negara Arab lainnya dalam Perang Enam Hari (1967) dan Perang Yom Kippur (1973) yang menelan korban besar bagi semua negara yang terlibat.

Di pihak lain, pasukan AS didukung tank-tank dan artileri berat menyerang wilayah Ghouta timur di Provinsi Deir al-Zor, berdekatan dengan ibukota, Damaskus, Kamis (8/2).Bagi AS, agenda utama pasca kemenangan koalisi pimpinannya di Suriah atas NIIS adalah meredam pengaruh Iran dan perpanjangan tangannya di Suriah yakni kelompok Hesbollah.

Kantor Berita SANA melaporkan, sekitar 100 anggota pasukan pemerintah Suriah tewas akibat serangan AS yang semula untuk menyasar kombatan lokal yang sebelumnya juga bergabung dengan koalisi pimpinan AS dalam memerangi NIIS.

Pasukan pemerintah Suriah sendiri sebelumnya juga melancarkan serangan terhadap kelompok perlawanan (SDF) di Ghouta timur, agaknya untuk merebut kembali ladang minyak Khusham yang dikuasai SDF dan sebelumnya menjadi sumber pendanaan NIIS.

- Advertisement -