Cianjur Siaga Darurat bencana Hingga Maret 2018

159 views
ilustrasi
- Advertisement -

CIANJUR – Status siaga darurat banjir dan longsor di Cianjur, Jawa Barat diberlakukan hingga 31 Maret 2018, karena  saat ini intensitas curah hujan masih tinggi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Dodi Permadi di Cianjur, mengatakan, sejak awal tahun sejumlah kejadian bencana menerjang berbagai wilayah di Cianjur bersamaan dengan tingginya curah hujan.

Tercatat sejak Januari terjadi beberapa kali bencana di 13 lokasi berdasarkan hasil laporan dan pendataan, lima kali pergerakan tanah di empat kecamatan yang berdampak dua bangunan sekolah rusak di Kecamatan Campakamulya.

Di Kecamatan Sukaresmi satu rumah rusak sedang dan tiga rumah terancam, sedangkan di Kecamatan Pagelaran 22 rumah dalam kondisi terancam dan di Kecamatan Tanggeung tiga unit rumah terancam.

Bencana lainnya gempa bumi tanggal 23 Januari, dampaknya dirasakan di enam Kecamatan Tanggeung, Pagelaran, Cibinong, Sukaresmi, Pasirkuda dan Takokak, akibatnya 101 unit rumah rusak ringan dan 22 unit rumah rusak sedang.

Sementara selama Februari, terjadi dua kali bencana di dua Kecamatan Cipanas tepatnya di Desa Ciloto dan Kecamatan Sukaresmi tepatnya di Desa Rawabelut.

“Namun di kedua lokasi tersebut, hanya beberapa rumah yang terancam longsor dan pergerakan tanah. Sedangkan di Puncak Pass, tebing penyangga jalan longsor sepanjang 20 meter dan mengancam bahu jalan nasional,” katanya.

Saat ini, BPBD terus berupaya menangani berbagai kejadian bencana tersebut dengan melakukan pendataan karena berhubungan dengan penyaluran bantuan.”Untuk antisipasi kami imbau warga untuk mengungsi jika bencana susulan terjadi,” katanya.

Wakil Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, Pemkab Cianjur berupaya melakukan berbagai cara antisipasi bencana seperti mengungsikan warga yang tempat tinggalnya terancam atau terletak di wilayah rawan.

- Advertisement -