Indonesia Tuntut Kematian TKI di Malaysia

232 views
- Advertisement -
JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kematian warga negara Indonesia Adelina Lisao yang bekerja sebagai TKI  di Malaysia tidak dapat diterima.

Lisao, 21, ditemukan tewas di rumah majikannya di Penang, Malaysia, setelah dicurigai mengalami pelecehan.

Menurut dokumen polisi, kepala dan wajah korban bengkak, dan menderita luka di tangan dan kaki, dan  dia meninggal karena kegagalan beberapa organ karena anemia.

Marsudi mengatakan bahwa pemerintahnya akan memantau persidangan tersebut secara ketat dan bekerja sama dengan pihak berwenang Malaysia untuk memastikan keluarga korban mendapatkan keadilan.

“Kami akan memberikan kuasa hukum dan memastikan warga negara kami mendapatkan haknya terpenuhi,” katanya, Selasa (13/2/2018).

Pernyataannya tersebut juga disuarakan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, yang mengatakan majikan Malaysia Lisao “harus bertanggung jawab”.

Majikan, sepasang saudara kandung berusia 30-an, telah ditahan di Malaysia sehubungan dengan kematian tersebut dan sedang diselidiki.

Sementara itu Organisasi nonpemerintah Migrant CARE mengatakan kasus Lisao menambah jumlah kasus pekerja Indonesia yang sudah meninggal dunia di luar negeri.

“Tahun 2017 saja, ada 62 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur yang meninggal di luar negeri,” kata Direktur Eksekutif Migrant CARE Wahyu Susilo.

Dia mendesak pemerintah untuk menangani kasus ini meskipun ada kecurigaan bahwa Lisao mungkin telah pergi ke Malaysia secara ilegal.

“Perwakilan Indonesia di Penang dan Kuala Lumpur mengatakan bahwa dia adalah seorang pekerja rumah tangga yang tidak berdokumen, namun seharusnya tidak menghentikan mereka untuk menyelidiki hal ini,” katanya.

Menurut Asosiasi Layanan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), ada lebih dari 200.000 warganegara Indonesia yang dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga di rumah tangga Malaysia.

- Advertisement -