Sanksi PBB dan AS Rugikan Warga Korut

155 views
- Advertisement -

KOREA UTARA – Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa Korea Utara pada hari Senin (12/2/2018) mengecam PBB dan AS atas sanksi ketat yang dikenakan kepada negara tersebut karena program senjata nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, misi tersebut menyebut  sanksi  mereka “mencekik” kehidupan masyarakat dan kesehatan masyarakat di Korea Utara.

Menurut misinya, sanksi “ilegal” semacam itu mengancam pelaksanaan hak asasi manusia rakyat Korea Utara.

Menyalahkan pemerintah AS,  pernyataan tersebut mengatakan, “Ini jelas membuktikan bahwa Dewan Keamanan PBB  yang dikuasai oleh kewaspadaan dan kesewenang-wenangan AS, hanya berubah menjadi alat pelanggaran hak-hak masyarakat dan terorisme yang disponsori negara yang biadab.”

Program rudal dan nuklir Korea Utara dipercepat pada tahun 2016, dan negara tersebut telah dikenai sanksi sejak uji coba nuklir pertamanya di tahun 2006.

Washington telah berulang kali membuat posisinya jelas bahwa rezim otoriter Utara harus terlebih dahulu melepaskan ambisi senjata nuklirnya jika mereka menginginkan perundingan dengan AS untuk mengakhiri sanksi.

Amerika Serikat telah memperketat penumpasan ekonominya terhadap Korea Utara mengenai program senjata nuklirnya, menjatuhkan sanksi kepada orang-orang, perusahaan dan kapal yang dituduhnya membantu Pyongyang mengembangkan senjata pemusnah massal.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Barat dan di Asia merancang sanksi berat untuk Korea Utara tahun lalu ketika Pyongyang menguji dua rudal pada bulan Juli dan kemudian melakukan uji coba nuklirnya yang paling kuat pada bulan Agustus.

Namun, banyak yang mengatakan bahwa sanksi tersebut tidak akan menghalangi Korea Utara untuk menjalankan program nuklir dan misilnya, yang menurut Pyongyang merupakan bagian dari kebijakan pertahanannya terhadap Amerika Serikat. Kritikus telah berulang kali memperingatkan bahwa sanksi akan lebih banyak mempengaruhi masyarakat Korea Utara daripada militer dan pemerintahnya.

- Advertisement -