Meski Sudah Ada Shelter, Ternyata Belum Semua Warga Kampung Akuarium Bahagia

103 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Siang itu matahari bersinar terik di atas Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Belasan laki-laki tampak sibuk hilir mudik membongkar bedeng yang pernah mereka diami selama 2 tahun.

Di selingi hembusan angin pantai yang terasa lembab sesekali senyum bahagia terpancar dari wajah mereka karena harapan mereka untuk memiliki tempat tinggal layak telah terwujud. Di kampung Akuarium kini telah didirkan dua shelter berisi 107 unit kamar oleh Pemda DKI Jakarta.

“Ini bedengnya sengaja saya bongkar sendiri. Lumayan kayunya masih bisa di jual lagi. Daripada dibongkar Satpol PP kayunya dibuag,” ujar Herman penghuni Shelter A Kampung Akuarium (19/2)

Namun dibalik mimpi warga Kampung Akuarium yang mulai terwujud, masih ada kesedihan yang menyelimuti warganya. Ialah Nani, ibu satu anak yang mengaku tidak bisa mendapatkan shelter akibat tidak memiliki KTP DKI Jakarta. Siang itu Nani hanya bisa duduk termenung di mulut tenda yang menjadi tempat peraduannya sejak 3 bulan terakhir.

Mulai akhir tahun lalu Nani terpaksa harus pindah ke tenda tersebut karena bedengnya mesti dirobohkan untuk pembangunan shelter.

“Saya di sini sudah 20 tahun. Ringgal bertigaan saja sama suami dan anak. Tapi saya nggak bisa dapat shelter,” ujar Nani yang secara administratif ber-KTP KUningan, Jawa Barat itu.

Ketika matahari mulai meninggi, Nani hanya bisa memicingkan mata. Dari tatapannya terselip harapan agar bisa tetap tinggal di Kampung Akuarium. Ditanya mau tinggal dimana, Nani hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala. Penghasilan suami sebagai kuli angkut di Pelabuhan Sunda Kelapa turut menjadi hambatan bila dirinya ingin mengontrak rumah.

“Gaji suami hanya cukup untuk makan. Belum tau mau kemana ini, ya semoga saya bisa dapat jatah shelter,” ucap Nani lirih.

- Advertisement -