Pengungsi WNA Depan Rudenim Jakarta Belum Direspon Pihak Terkait

217 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Jumlah pengungsi luar negri yang mendirikan tenda di depan Rumah Detensi Imigrasi, Jakarta terus bertambah. Namun hingga hari ini belum ada pihak-pihak terkait yang memberikan respon kendati jumlah pengungsi telah mencapai 300 jiwa dan sudah ‘berkemah’ di sana selama 20 hari.

Hal tersebut dilontarkan oleh Mohammad Maskur, Ketua Dewan Kota Jakarta Barat saat meninjau para pengungsi Kamis siang (22/2). Maskur berujar semakin padatnya jalan Peta Selatan, kalideres oleh para pengungsi yang menggelar tenda perlu disikapi secara serius. Pasalanya bukan tak mungkin akan timbul permasalahan sosial dan mengganggu ketertiban umum.

Namun Maskur masih menyayangkan belum ada pihak terkait yang memberikan respon mau pun pernyataan kepada para pengungsi. Selama ini kata Maskur para pengungsi hanya menggantungkan hidup dari uang pemberian UNHCR dan makanan yang diberikan relawan.

“Lurah dan Camat sini sudah angkat tangan,” katanya.

Maskur berharap Pemprov DKI Jakarta, UNHCR dan Kementerian Luar Negri serta Kementerian Hukum dan HAM dapat duduk bersama membereskan permaslaahan tersebut.

“Minimal di data dulu lah mereka, agar semua pengungsi jelas datang dari mana. Tapi ini belum ada apa-apa,” ujar Maskur.

Di luar itu Maskur juga terus mendorong agar Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta bisa memberikan kontribusi lebih untuk membantu pengungsi. Beberpa hari lalu Maskur mengaku telah berbicara dengan pihak Rudenim terkait pengungsi namun tak mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Ketika KBK ingin mengonfirmasihal tersebut kepadapihak Rudenim, pennjaga di gerbang Rudemin mengatakan bahwa Kepala Rudenim sedang tidak bisa ditemui.

- Advertisement -