Menengok Secuil Sawah di Ibu Kota

322 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Bila dilihat secara kasat mata, hamparan sawah itu bak permadani raksasa berwarna hijau, sejuk dan enak dipandang. Di sisi lain, permadani yang berasal dari padi jenis ciherang itu berkelir kekuningan tanda siap panen. Bila cuaca sedang mendung suasana sejuk bakal lebih mendominasi.

Ditambah embusan angin yang membawa aroma tanah bercampur lumpur membuat siapa pun pasti akan lupa dengan hiruk pikuk Ibu Kota yang panas, macet dan penuh polusi. Tapi tunggu dulu, hamparan sawah itu bukan berada di desa melainkan di Kota Metropilitan Jakarta, tepatnya di perbatasan antara Jakarta dan Bekasi di sisi barat Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur yang membentang dari wilayah Cakung Jakarta Timur hingga Rorotan Jakarta Utara.

Itu lah dia secuil sawah di Jakarta yang keberadaannya kian terdesak dengan pembangunan hutan beton. Ketika KBK menyambangi area persawahan tersebut tampak puluhan petani tengah menyemai benih. Di petak lain para petani juga disibukan dengan kegiatan menandur.

Area persawahan itu cukup luas, namun sangat riskan keberadaanya terlebih bila melihat bibir sawah telah dikelilingi oleh beton dalam bentuk jalan raya, rumah susun dan empat tower apartemen. Berjarak 800 meter dari area persawahan, juga telah berdiri gagah kincir angin raksasa yang menjadi wahana hiburan sebuah pusat perbelanjaan.

Menyatut data dari Badan Pusat Statistik, luas sawah di Jakarta Timur pada 2013 adalah 210 hektar dari total 895 hektar sawah di DKI Jakarta. Jumlah sawah di Jakarta Timur itu menyusut dari sebelumnya 367 hektar (2012), atau bahkan pernah mencapai 425 hektar (2010 dan 2011).

Jakarta Timur hingga tahun 1990-an masih dipadati areal sawah. Pengairan berasal dari sungai di sekitarnya. Mendekati tahun 2000, Jakarta Timur semakin dipadati penduduk. Areal sawah berganti menjadi permukiman dan industri.

- Advertisement -