LPM DD Kembali Respon Pasien Psikiatri di Tangerang

54 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Sejak dua tahun lalu kehidupan Sana (65) berubah. Penarik becak yang biasa beroperasi d wilayah Pasar Anyar, Tangerang, Banten itu kini merasa makin sulit sejak anak pertamanya Syaefudin (30) mengalami gangguan jiwa.

“semenjak 2 tahun lalu anak saya menderita gangguan jiwa, mungkin karena banyak fikiran dan himpitan ekonomi keluarganya” ucap Sana dengan raut wajah sedih.

Sana tinggal di sebuah rumah bilik yang berlokasi di Desa Paku Alam, Kelurahan Paku Haji, Tanggerang, bersama istri dan Syaefudin. Kondisi ekonomi Sana sangatlah jauh dari kata cukup, penghasilan yang tak menentu adalah salah satu penyebabnya.

Sana menuturkan awalnya pemuda yang akrab di sapa udin ini waras dan sempat menikah, punya satu anak dan bekerja di pabrik roti daerah Tanggerang.

“ Yang saya tau istrinya minta pisah terus mas, sebelum dia kena gangguan jiwa, karena kondisi ekonomi mereka mungkin, lama kelamaan anak saya jadi sering melamun dan akhirnya kondisi kejiwaannya terganggu” jelas Sana.

Setelah Udin menderita gangguan jiwa Sana tak mampu membawa anaknya menjalani pengobatan medis. Makin hari kondisi kejiwaan Udin semakin parah, sering keluar rumah malam. Hal ini praktis membuat Sana khawatir, tapi apa daya mereka tak punya uang untuk membawa anaknya menjalani pengobatan di rumah sakit.

Mendapat aduan dari masyarakat sekitar dan melihat kondisi keluarga pak udin yang memprihatinkan, tim Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa segera memfasilitasi Udin untuk melakukan pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan, Jl. Prof. Dr. latumenten 1 No.No, RT.1RT.1/RW.4, Jelambar, Grogol petamburan, Kota Jakarta Barat

“Alhamdulillah mas terimakasih banyak, saya senang banget akhirnya anak saya dapat dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan, semoga dengan ini kondisinya menjadi lebih baik, sedih dan khawatir rasanya melihat anak kandung sendiri menderita gangguan kejiwaan” ucap Sana dengan wajah penuh haru.

- Advertisement -