Xi Jinping Berpeluang Presiden Seumur Hidup

102 views
Parlemen China (11/3) menyetujui amandemen UUD tentang penghapusan pembatasan masa jabatan presiden, hingga membuka peluang Xi Jinping menjadi presiden seumur hidup.
- Advertisement -

“LAIN padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, “ begitu pula sistem ketatanegaraan, tiap negara menerapkan cara terbaik yang dikehendaki oleh rakyatnya (yang diwakili para elit politisi).

Dimana-mana di zaman now, kepala pemerintahan, baik presiden atau pun perdana menteri, lazimnya dibatasi dalam dua kali masa jabatan, empat atau lima tahun.

Sebaliknya, di China lain lagi. Parlemen, Minggu (11/3) justeru mengamini penghapusan masa jabatan presiden, sehingga berarti Presiden Xi Jinping yang menduduki masa lima tahun jabatan kedua (2018-2023) dari sebelumnya (2013 -2018) bisa terus melanggengkan kepemimpinannya.

Nyaris berujung suara aklamasi di sidang parlemen beragendakan pemungutan suara terkait amandemen konstitusi itu, karena hanya dua suara menentang, tiga abstain dan satu dinyatakan tidak sah dari seluruhnya 2.964 anggota parlemen.

Voting hanya berlangsung 10 menit, diawali oleh Xi Jinping diikuti enam anggota tetap Politbiro Partai Komunis China (PKC) dan kemudian disusul oleh para petinggi partai lainnya dan diteruskan ke jajaran di bawahnya.

Semula, pembatasan jabatan presiden diberlakukan oleh Presiden Deng Xiaoping pada 1982 guna mencegah terulangnya bayang-bayang keditaktoran di negeri itu di bawah tangan besi Mao Zedong yang dinilai menyengsarakan rakyat.

Zhang Lifan, pengamat politik independen di Beijing menilai, penghapusan masa jabatan presiden tersebut menandai kemunduran besar sistem ketatanegaraan di negeri itu pasca reformasi di era ’80-an.

Sebaliknya, surat kabar pemerintah China berbahasa Inggeris, People’s Daily dalam tulisannya menyebutkan, dihapuskannya pembatasan (masa jabatan presiden-red) bukan berarti presiden akan berkuasa seumur hidup.

Penolakan sempat muncul di luar parlemen terutama di medsos karena yang tidak setuju mencemaskan, Xi Jinping akan dikultuskan seperti terjadi pada Mao Zedong, namun pemerintah segera memblokir situs-situs yang memuat penolakan amandemen UUD tersebut.

- Advertisement -