Sebagai Tukang Pijat, Sunarya Rela Dibayar Sukarela

113 views
- Advertisement -

JAKARTA – Jarum jam menunjukan pukul 12 siang ketika Sunarya tiba di masjid Cipaganti, Bandung, Jawa Barat. Terik matahari yang menyengat segera Sunarya redam dengan basuhan air wudhu. Usai menunaikan keajibannya, Sunarya mulai mengeluarkan tanda pengenal yang terbuat dari kardus.

Pada kardus berusukan setengah meter itu tertulis ‘Terima Pijat Bapak Sunarya’ lengkap dengan nomor teleponnya. Kisah Sunarya ini dibagikan oleh netizen bernama Rhadyan atau pemilik akun Instagram @rhadyan_s.

Demi bertahan hidup di Kota Kembang jemari Sunarya yang mengeriput harus kembali bekerja. Setiap Sunarya setidaknya Sunarya harus mengeluarkan uang untuk ongkos menuju masjid Cipaganti menunggu pelanggan sebesar Rp 50 ribu.

“Beliau dari tempat tinggalnnya ke Masjid Cipaganti lumayan jauh. Harus naik angkutan umum dua kali. Panggilan lewat telepon jarang, jadi beliau akan selalu mangkal di masjid tersebut,” ujar Rhadyan.

Kakek berusia 70 tahun itu diketahui tinggal menumpang di kontrakan anaknya yang sudah berumah tangga di daerah Ciwastra. Istri Kakek Sunarya yang sedang sakit juga ikut tinggal bersamanya.

“Kakek Sunarya bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebenarnya punya rumah di Tasikmalaya katanya, tetapi ditinggali anaknya. Beliau punya anak tiga,” jelasnya.

Yang membuat haru netizen, Sunarya tidak mematok biaya dari jasa pijatnya. Sunarya akan menerima berapa pun besaran ongkos yang diberikan pelanggannya. Namun bila sedang sepi, tak jarang Sunarya pulang dengan tangan kosong.

- Advertisement -