Cari Kardus untuk Berobat Kanker Payudara Istri

193 views
- Advertisement -

JAKARTA – Himpitan ekonomi memaksa Supardi (51) untuk memungut kardus sejak 2015. Selain untuk makan, hasil penjualan kadus juga SUpardi sisihkan untuk biaya operasi tumor payudara sang istri.

Sementara Supardi mengais rejeki, istrinya hanya bisa terbaring lemah di rumahnya dibilangan Ciledug, Tangerang, Banten.Untuk menghemat pengeluarantak jarang Supardihanya membawa sepotong tempe untuk bekal selama satu hari.

“Biar hemat, saya sering bawa satu tempe goreng dari rumah untuk bekal seharian, kenyang-kenyangin saja,” kata Supardi tersenyum sepertidilansir TribunJakarta.com di (27/3).

Sedangkan untuk pelepas dahaga, Supardi memanfaatkan sisa air mineral yang dibuang dari minimarket yang ia lewati. Untuk sekedar melepas lelah, gerobak reotnya juga kerap ia jadikan tempat tidur beralas kardus.

“Sudah tua, jalan kaki. Enggak bawa barang saja kadang suka sesek nafas,” celetuk Supardi.

Biasanya, Supardi memilih tidur di tempat rindang agar kardusnya tak diambil pemulung lain. Istri Supardi divonis tumor ganas sejak 2015 silam sedangkan Supardi sudah di PHK sejak 2010 dari sebuah pabrik di daerah Jatiuwung, Tangerang.

Ongkos operasi yang meroket membuatnya harus banting tulang lagi demi menebus biayanya sekira Rp 20 juta.

Biaya tersebut tidak sebanding dengan pendapatannya yang sangat kecil.

‘Ya rata-rata sekilo kardus bisa dapat seribu sampai dua ribu paling mahal tiga ribu tergantung kualitas dan ukuran kardusnya juga,” beber Supardi.

Setiap hari ia berangkat pulul 08.00 WIB dari rumahnya di Ciledug hingga Magrib keliling Tangerang dan sekitarnya.

- Advertisement -