Marisini : “Saya tidak mau mati. Tolong Saya!”

489 views
Marisini, 65 th, WPS Suspect kanker serviks dan mamae. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

PURWOKERTO – Marisini, 65 th, sebut saja demikian, wanita ini tak henti meneteskan air mata mengisahkan nasibnya. Ia memiliki dua orang cucu, yatim piatu, yang harus menjadi tanggungjawabnya sebagai nenek. Kedua orang tua cucunya itu meninggal karena kecelakaan ketika cucunya itu masih bayi dan suami Nek Marisini pun sudah lama tiada.

Marisini tidak merinci penyebab kecelakaan anaknya dan kenapa suaminya meninggal. Hanya saja kini Ia sebatangkara menanggung beban. Merasa tak sanggup menanggung sendiri, Ia menyerahkan satu orang cucunya kepada orang lain, ketika itu umur cucunya masih berbilang bulan. Kini Nek Marisini hanya hidup bersama seorang cucu, Bayu Adi Saputro, yang sudah berumur 15 tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Nek Marisini mencari nafkah dengan cara mengemis dan melayani laki-laki hidung belang. Di waktu muda, Nek Marisini termasuk primadona di Sri Rahayu, Purwokerto. Kawasan Sri Rahayu, sangat terkenal sebagai kawasan prostitusi terselubung dan dihuni oleh kelompok marjinal lainnya; waria, pengemis, wanita pekerja seks (WPS) dan gelandangan.

Bagi Nek Marisini, mengemis merupakan cara mudah mendapatkan uang saat ini, apalagi ketika umur sudah tidak muda lagi. Permintaan untuk kencan sudah jarang ia dapatkan. Ia sudah kalah dengan WPS muda-muda yang banyak dilirik para hidung belang yang mencari kesenangan semu.

Namun demikian dengan agak malu-malu, meski sudah nenek-nenek Marisini mengaku masih memberikan pelayanan dengan harga belasan ribu rupiah untuk para lelaki yang butuh kesenangan seperti kakek-kakek dan bapak-bapak tukang becak yang memang suka jajan.

Nek Marisini memang sudah memutus urat malunya, demi bertahan hidup. Bahkan ia sendiri tidak peduli dengan perubahan pada dirinya yang sudah sakit-sakitan. Ketika Aksi Layan Sehat (ALS) dan layanan pemeriksaan kesehatan reproduksi; kanker mulut rahim (Serviks) dan payudara (Mamae) gratis di Gerai Sehat Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa, Purwokerto, Jawa Tengah, Maret 2018 lalu, Nek Marisini termasuk salah satu dari tiga WPS yang dinyatakan suspect kanker mulut rahim. Bahkan Marisini berbeda dengan suspect lainnya, Ia tidak hanya menderita Kanker mulut rahim saja, ia juga suspect kanker payudara.

- Advertisement -