Cari Cara Agar Anak Tak Kecanduan Gawai

108 views
- Advertisement -

JAKARTA (KBK) – Sudah bukan rahasia umum lagi bila di jaman now seorang anak cenderung lebih sering berinteraksi dengan gawai ketimbang berkomunikasi dengan orang tuanya. Padahal, dibalik asiknya berselancar di dunia maya tak sedikit bahaya yang mengancam psikologi anak.

Mudahnya sang anak mengakses informasi yang serba instan juga turut mendorong menyusutnya kreativitas anak. Demikian paparan Psikolog sekaligus Pemerhati Perkambangan Anak Dina Nurhayati pada forum diskusi Cari Cara persembahan KEB Hana Bank dan Digdaya Dinamuka Publika, di Jakarta (13/4).

Di luar sifat serba instan, banyaknya iklan yang mengandung konten pornografi pada layar gawai saat mengakses dunia maya juga merupakan permasalahan serius karena lambat laun bisa mempengaruhi karakter anak.

“Anak itu cerdas, apa yang dia lihat, dengar dan rasakan semuanya akan terserap sempurna dan masuk ke alam bawah sadar mereka. Ini bisa membuat candu dan mengakibatkan kerusakan pada fungsi otak,” ujar Dinda

Efek negatif lainnya lanjut Dinda yakni rasa nasionalisasi anak yang terkikis akibat paparan budaya asing yang berseliweran di konten youtube. Tak berhenti di situ, radiasi layar gawai juga turut membuat kesehatan mata anak terganggu.

“Ada juga nilai positifnya ketika anak diberi gawai karena bisa melakukan komunikasi jarak jauh. Tapi acap kali kebablasan karena di rumah pun anak cenderung menggunakan gawai untuk berbagai kegiatan,” jelasnya.

Guna menyikapi anak yang terus menerima gempuran teknologi informasi Dinda menyarankan sebaiknya orang tua memberikan gawai pada anak saat berusia 12 tahun. Selain itu dibutuhkan pula peran orang tua untuk lebih aktif memegang kendali saat anak mengakses gawai. Bonding sangat diperlukan agar kedekatan emosional antara orang tua dan anak tidak terputus meski gawai telah hadir ditengah keluarga. Cara lainnya tambah Dinda, orang tua harus bisa menjadi artis atau idola anak.

- Advertisement -