Beranikah Rusia Serang Balik AS dan NATO?

196 views
Lebih seratus rudal jelajah, diantaranya Tomahawk yang berharga satu hingga l,5 juta dollar AS per unit dan berjarak jangkau 2.500Km diluncurkan AS, Inggeris dan Perancis ke wilayah Suriah 14 April lalu
- Advertisement -

SERANGAN dengan lebih 100 rudal jelajah yang dilancarkan Amerika Serikat, Inggeris dan Perancis ke wilayah Suriah, Sabtu lalu (14/4) menuai pro dan kontra, baik mengenai hasilnya maupun terkait aksinya sendiri.

Presiden AS Donald Trump serta kedua negara mitranya yang lain sudah menyatakan, operasi militer singkat dengan presisi tinggi itu sudah rampung dan sempurna sesuai misinya. “Mission is accomplished,” kata Trump.

Direktur Staf Gabungan Pentagon Letjen Keneth McKenzie menyatakan, operasi yang menyasar tiga titik yakni fasilitas penelitian ilmiah di Damaskus, gudang senjata kimia dan pos komando di dekat kota Homs tepat sasaran, efektif dan memuaskan.

Sebaliknya, salah satu pimpinan militer Rusia Sergei Rudskoi menyatakan, sistem pertahanan udara Suriah yang dibangun negara beruang merah itu mampu merontokkan 71 rudal yang ditembakkan oleh AS, Inggeris dan Perancis.

Ke depannya, menurut Rudskoi, Rusia mempertimbangkan untuk memayungi pertahanan Suriah dengan rudal-rudal S-300 yang lebih canggih. Menurut catatan, sejauh ini sistem pertahanan Suriah menggunakan rudal-rudal S-125, S-200 dan 2K12 ex Uni Soviet yang sudah relatif lawas.

Sedangkan Presiden Rusia Vladimir Putin, dari Moskow menilai, serangan yang dilakukan ketiga negara itu hanya akan memperburuk krisis kemanusiaan di Suriah.

Putin langsung menyeru DK PBB untuk menggelar pertemuan darurat, dengan alasan, aksi AS, Inggeris dan Perancis memicu eskalasi konflik di sekitar Suriah dan berdampak buruk bagi seluruh sistem hubungan internasional dan kondisi kemanusiaan serta luka mendalam bagi warga sipil di negeri itu.

Iran, seteru AS yang kini berhubungan erat dengan Rusia juga mengecam serangan AS, Inggeris dan Perancis terhadap Suriah dengan mengingatkan segala konsekuensinya. “Serangan ke Suriah merupakan kejahatan. AS, Inggeris dan Perancis penjahat, “ kata Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei.

- Advertisement -