Iran Diambang Perang Lawan Israel

4.658 views
Rudal-rudal balistik yang dikembangkan Iran bakal mengancam Israel jika pecah perang terbuka antara keduanya.
- Advertisement -

KONFLIK di kawasan Timur Tengah dikhawatirkan bergeser menjadi perang terbuka antara Iran dan Israel yang sejauh ini baru pada tahap saling serang terhadap sasaran posisi militer secara terbatas.

Pesawat-pesawat jet tempur Israel, dilaporkan melancarkan serangan terbesar sejak perang Arab – Israel 1967 ke sejumlah posisi militer Iran di dekat ibukota Damaskus, Suriah, Kamis lalu (10/5).

Menurut versi Israel, mereka mengerahkan 28 pesawat tempur F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon untuk meluncurkan 60 rudal udara ke darat dan 10 rudal balistik dari darat ke 50 instalasi militer Iran berupa markas intelijen, pusat logistik dan gudang senjata di sekitar Damaskus.

Sedangkan Kantor Berita Suriah, SANA mengklaim, sistem pertahanan udara Suriah berhasil merontokkan sejumlah rudal yang ditembakkan Israel ke wilayahnya walau diakui beberapa diantaranya mengenai sasaran, namun sejauh ini belum ada pernyataan dari pihak Iran.

Sebaliknya, pihak Israel berdalih, serangan tersebut dilakukan sebagai aksi balasan atas serangan rudal yang dilancarkan satuan Al Quds dari Garda Revolusi Iran yang ditempatkan di wilayah Suriah ke sasaran militer Israel di dataran tinggi Golan, wilayah suriah yang direbutnya pada perang 1967.

Insiden sebelumnya terjadi, saat Israel berhasil menjatuhkan pesawat nirawak Iran yang diterbangkan dari wilayah Suriah untuk memata-matai wilayahnya yang kemudian dibalas dengan serangan udara ke sejumlah lokasi di Suriah yang diduga digunakan sebagai pangkalan pesawat nirawak itu.

Serangan Israel bertepatan pula dengan kemenangan loyalis Iran pada pemilu legislatif di Lebanon, Minggu lalu dan juga pasca keputusan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang sebelumnya dibuat antara Iran dengan AS, Jerman, Perancis, Rusia, China dan Jermann serta hanya selang beberapa hari setelah pertemuan antara PM Israel Benyamin Netanyahu dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

- Advertisement -