Dulu Makan Garam, Kini Alif Bisa Sekolah

1.728 views
- Advertisement -

JAKARTA – Bila kebanyakan anak usia 6 tahun telah duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), tidak demikian dengan Alif. Kemiskinan membuatnya tak berdaya kendati keinginannya untuk bisa sekolah sangat menggebu-gebu.

Alif tinggal bersama nenek setelahkedua orang tuanya meninggal dunia akibat kecelakaan. Ia mendiami sebuah rumah di Tanah Gocap, Tangerang, Banten.

“Sekarang belum sekolah. Anaknya ingin masuk TK, tapi kan enggak ada dana,” kata nenek Alif, Heni, seperti dilansir kumparan (30/5).

Sehari-hari Alif ikut neneknya bekerja di Pluit. Di sana, sang nenek memberikan jasanya sebagai asisten rumah tangga. Bila sore menjelang, mereka berdua pulang ke Tangerang dengan commuter line. Saat malam nenek dan Alif pergi ke pasar untuk menjajakan Pop Mie.

Setelah seorang mahasiswi memviralkan kehidupan Alif berbagai bantuan datang ke rumah Alif, mulai dari sembako hingga uang. Mimpinya untuk bisa sekolah akan segera menjadi nyata. Alif pun perlahan tak lagi makan nasi berlauk garam.

“Nanti rencananya langsung masuk SD, enggak TK karena umurnya hampir 6 tahun,” terang Heni.

Meski tak mengenyam pendidikan TK, Alif sedikit-sedikit sudah bisa membaca dengan cara dieja. Alif pun akan dibantu oleh mahasiswa yang menggalang dana untuk keluarganya mencari sekolah yang tepat.

“Iya nanti akan didampingi cari sekolah, yang kalau bisa dekat dengan rumahnya,” ungkap Resti, salah satu mahasiswa yang turut membantu kepada kumparan.

- Advertisement -