Lembaran Baru Hubungan AS dan Korut

132 views
KTT antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korut di P. Santosa, Singapura (12/6) berhasil menelurkan sejumlah kesepakatan antarkedua negara yang berseteru selama tujuh dekade sejak Perang Korea (1951 - 1953). Kelanjutannya? Ditunggu masyarakat dunia.
- Advertisement -

DUNIA menyambut baik hasil pertemuan pertama kalinya antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un – dua negara yang terlibat perseteruan sejak Perang Korea (1951 – 1953) – di resor wisata Pulau Santosa, Singapura, Selasa (12/6).

Pada awal pertemuan tampak Presiden Trump maupun Presiden Kim agak canggung, namun pada menit-menit berikutnya suasana semakin cair, keduanya menunjukkan sikap pertemanan, menyungging senyum diselingi beberapa kali jabat tangan.

Publik belum lupa, sebelumnya keduanya sering terlibat retorika permusuhan, ujaran kebencian dan saling ancam. AS bersama sekutunya, Korsel menjawab tantangan Korut dengan menggelar latihan-latihan militer bersama, sebaliknya Korut, bergeming dari sanksi embargo PBB dan kecaman internasonal, meneruskan uji coba rudal-rudal balistik dan nuklirnya.

Tidak diketahui berapa anggaran belanja militer yang dialokasikan oleh AS yang menempatkan 28.500 anggota pasukannya di Korsel, belum lagi biaya bagi kesiapan menghadapi ancaman perang dan menggelar latihan yang harus dikeluarkan AS dan Korsel, sementara untuk membiayai ujicoba rudal dan nuklirnya, Korut dilaporkan menggelontorkan milyaran dollar, mengorbankan anggaran bagi pengentasan kemiskinan rakyatnya.

Trump dalam jumpa pers mengaku hanya memerlukan waktu beberapa detik untuk kemudian merasakan ketulusan sikap persahabatan yang ditunjukkan Kim dan beberapa kali memuji mendiang ayahnya, Kim Jong Il, serta menyatakan niat mengundang Jong Un melawat ke AS.

Presiden AS itu juga menyebutkan komitmennya untuk memberikan jaminan keamanan bagi Korut, sementara Kim menegaskan kembali tekadnya merampungkan proses denuklirisasi. “Presiden Kim menyatakan pada saya, negaranya telah mulai memusnahkan status pengujian mesin utama rudal balistik, “ tutur Trump.

Seluruh rangkaian pertemuan berlangsung lima jam, mulai dari temu empat mata, masing-masing didampingi penerjemah, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antarkedua delegasi,makan siang dan dialog diakhiri penandatangaan naskah komunike bersama.

- Advertisement -