TUGU WASESA

347 views
Prabu Baladewa marah; bersama PatihSengkuni bersepakat menghajat Ontowasesa.
- Advertisement -

SUASANA sidang di sitinggil Kerajaan Ngastina siang itu tampak begitu hening, Prabu Duryudana beserta Patih Baladewa serius sekali membicarakan tentang berdirinya negara baru, Gilingwesi. Mengingat letak kerajaan baru itu terlalu berdekatan, mereka kuatir bahwa negara Gilingwesi menjadi ancaman bagi Kerajaan Ngastina.

Prabu Baladewa yang terkenal sebagai wayang tak sabaran, mengajukan usul radikal. Bagaimana seandainya nega­ra itu diserang saja terlebih dahulu, daripada kedahuluan. Sayang segenap peserta sidang tak seluruhnya setuju. Ketika diadakan voting, yang sepaham dengan Prabu Baladewa cuma Adipati Karno saja, Sedangkan yang menolak Prabu Duryudana, Dursala, Durna, Dursasana, termasuk Duran-Duran group musik dari Inggris!

Mereka menyarankan agar menunggu saja perkembangan selanjutnya. Sebab sampai saat ini belum ada informasi Gilingwesi mau pamer kekuatan dan mencaplok kerajaan Ngastina.

“Kita lihat saja situasinya. Kalau Gilingwesi sudah berani bikin pangkalan militer di sini, baru kita serbu…,!” tegas Prabu Duryudana.

“Akur! Boleh hati panas tapi kepala harus tetap dingin.” Potong Patih Sengkuni.

Semua peserta sidang mengangguk-angguk. Dan ketika Prabu Suyudana meneriakkan kata “setuju,” peserta sidang yang tadinya duduk terkantuk-kantuk langsung saja ikut berteriak lantang: setujuuuuuu!” Persis anggota DPR.

Tapi sebelum sidang ditutup, bagian resepsionis melaporkan bahwa ada tamu mau menghadap. Prabu Duryudana mempersilakan masuk. Tamu itu mengaku utusan dari Kerajaan Gilingwesi, bernama Patih Ontowasesa. Lagak dan goyanya benar-benar sok, walaupun dipersilakan duduk tetap saja berdiri. Kaca mata hitamnya tak juga dilepas. Bajunya hem panjang digulung, sementara celana yang dikenakan cuma sebatas dengkul, agaknya meniru gaya pengusaha Bob Sadino almarhum!

“Sorry ya kalau saya tak mau duduk. Bukan karena bisulan dan penyakit wasir, tapi dari sononya memang begitu. Tolong nih diterima ada surat dari boss gue…..!” ujar Patih Ontowasesa sambil menyerahkan surat beramplop air mail itu.

- Advertisement -