Tunanetra Pemecah Batu yang Sanggup Asuh 184 Anak Yatim

24 views
- Advertisement -

JAKARTA – Meski istri divonis tak dapat memiliki keturuan ditambah kebutaan yang dialami, tak membuat Sarono putus asa. Ia mengambil jalan hidup menjadi pemecah batu. Meski memiliki keterbatasan fisik dan biaya, Sarono memiliki anak asuh yatim piatu hingga ratusan. Ia juga merawat kaum duafa hingga pada 2003, Rono berkenalan dengan dua orang anak yatim yang kemudian diasuhnya.

Tinggal di rumah seluas 10 x 3 meter di daerang Cipinang Jaya, Jakarta Timur membuat Rono tak bisa tinggal dengan anak-anak yatim asuhannya. Mereka yang masih punya orangtua, tetap tinggal bersama orangtuanya. Tetapi, anak-anak tersebut sering main dan makan di rumah Rono. Tak hanya anak yatim, Rono dan istri juga merawat kaum duafa.

“Termasuk juga duafa. Duafa ini kan orangnya susah, ada bapaknya, tapi enggak diurusin,” kata Rono seperti dilansir Liputan6 (5/7).

Untuk merawat anak asuhnya, Rono mengaku tidak pernah sama sekali meminta bantuan donatur. Melainkan, para donatur tersebut yang mencarinya. Donatur Rono tak hanya dari Ibu Kota, tapi juga dari luar kota.

Bahkan untuk memudahkan, kini Rono sudah memiliki rekening bagi para donatur jika ingin membantunya merawat anak yatim dan duafa.

Jumlah anak asuhnya terus bertambah setiap tahun, hingga mencapai ratusan orang sekarang. Menurut Rono, dititipkan anak yatim dan piatu merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan.

Karena menurutnya, ketika masih muda dulu, dia sangat jauh dari Allah, lupa untuk beramal, infak, dan sedekah. Sehingga ia dan istrinya sepakat untuk merawat anak yatim piatu. Sampai sekarang, jumlah anak asuh yang dibiayai Rono, yatim dan duafa, mencapai 184 orang.

Berkat kepedulian Rono tak sedikit anak asuhnya yang kini sudah bekerja, kuliah dan bersekolah.

- Advertisement -