Drama Penyelamatan di Goa Thailand

1.098 views
Tim penyelamat sedang menyiapkan peralatan untuk memulai operasi penyelamatan dua belas anak-anak dan pelatih sepakbola mereka yang terjebak sejak 23 Juni lalu di lorong gua sempit Tham Luang di Thailand. Minggu (8/7) dilaporkan empat anak-anak sudah berhassil dievakuasi.
- Advertisement -

EMPAT dari 12 anak beserta pelatih sepakbola mereka yang terjebak di goa Tham Luang, Propinsi Chiang Rai, Thailand sejak 13 Juni lalu berhasil dievakuasi dalam operasi penuh risiko dan sangat berbahaya yang dilakukan oleh 13 penyelam kelas dunia bersama lima anggota tim satuan khusus SEAL negara itu.

Penyelamatan yang dimulai Minggu (8/7) pukul 10.00 pagi waktu setempat berlangsung 11 jam. Setiap setiap anak, dipandu anggota tim penyelamat, harus berjuang “hidup dan mati” menyelami lumpur pekat di lorong-lorong sempit goa, yang tersulit saat melalui Som Yak, simpang lorong berbentuk huruf “T”.

Sebagai gambaran, seorang anggota tim penyelamat SEAL Angkatan Laut Thailand tewas saat melalui rute tersebut Jumat lalu akibat kehabisan oksigen.

Diperlukan waktu 11 jam bagi anggota tim penyelamat pergi dan pulang dari mulut gua ke lokasi anak-anak tersebut terperangkap. “Hari ini kami berhasil mengevkuasi empat anak dan mengirimkan mereka ke RS dengan selamat, “ tutur Ketua Tim Penyelamat Narongsak Osottamakorn dalam jumpa pers, Minggu malam.

ke-12 anak tersebut terjebak dan bertahan hidup selama 16 hari (sampai Senin, 9 Juli) di lokasi berjarak sekitar 4 Km dari mulut goa yang dilalui saat mereka masuk dan 400 meter dari “Pattaya Beach” yakni lorong lebih tinggi yang membuat mereka sementara terbebas dari banjir lumpur yang menutupi sebagian goa.

Sebagai ilustrasi, sebagian lorong sempit dari lokasi mereka masuk di mulut goa masih tertutup lumpur, bahkan dikhawatirkan memasuki musim penghujan dalam beberapa hari mendatang, area yang tertutup lumpur semakin meluas, sehingga pilihannya, penyelamatan harus dilakukan segera atau menanti musim berganti, empat bulan lagi.

Jika penyelamatan dilakukan sekarang, anak-anak berusia 11 sampai 16 tahun itu perlu diberikan kursus kilat berenang dan menggunakan alat selam, juga dengan catatan kondisi mental dan fisik mereka cukup fit setelah dua pekan terisolasi di dalam gua.

- Advertisement -