BANDUNG NAGASEWU

138 views
Werkudara terkejut, karena ternyata Prabu Bandung Nagasewu adalah penjelmaan istrinya, Dewi Nagagini.
- Advertisement -

NEGERI Ngastina dalam kondisi chaos. Negara yang dikuasai Prabu Duryudana ini baru saja dibedah (dikudeta) Prabu Ban­dung Nagasewu dari Kerajaan Bumi Kedasar. Segala pejabat penting dipenjarakan. Dari Prabu Duryudana, Patih Sengkuni sampai Adipati Karno, masuk bui. Karena mereka punya duit, dengan cincai bersama Kalapas bisa dapat ruang ber-AC dan tiap malam minggu bebas keluar.

Cuma Pandita Durna satu-satunya pejabat Ngastina yang dikenakan tahanan rumah. Alasannya, nasehat dan petuahnya masih dibutuhkan oleh Prabu Bandung Nagasewu yang hobinya makan wajik Bandung itu. Namun demikian dia juga dilarang ke luar kota, apa lagi keluar negeri.

“Paman Durna, saya ingin menyerahkan negeri Ngastina ini kepada keluarga Pendawa saja. Bagaimana pendapat sampeyam,” kata Prabu Bandung Nagasewu dalam sidang kerajaan.

“Oo, jangan! Mending Ngastina diserahkan saja kepada Prabu Kresna dari Dwarawati untuk meneruskannya kepada Pandawa. Dengan cara-cara begini Prabu Yudistira dan adik-adiknya takkan tersinggung. Kresna bagi mereka merupakan tokoh panutan yang selalu digugu dan ditiru.” Jawab Pendita Durna memberikan wawasan.

Kata Durna, orang-orang Pandawa tak pernah sudi menerima barang gratisan tanpa perjuangan. Begawan Abiyasa contohnya, meski bisa naik busway gratis karena sudah berusia di atas 60 tahun, pantang menggunakan kartu gratis busway. Maka sekali lagi disarankan agar penyerahan negeri itu lewat  Prabu Kresna.  Yang penting ada tanda terimanya, tapi sertifikatnya jangan diberikan sekalian, bisa-bisa malah dibuat ngutang di bank.

Dengan mengendarai mobil Mazda Astina rampasan dari Prabu Duryudana, Patih Nagamurti ditugaskan ke Dwarawati. Kebetulan negerinya Prabu Kresna ini sedang menjadi DTW (Daerah Tujuan Wayang) sehingga tampak banyak tamu di sana. Selain Prabu Baladewa dari Mandura, ada pula Nakula dan Sadewa delegasi dari Ngamarta. Kala itu mereka masih sibuk membicarakan tentang adanya Werkudara kembar dua di Jodipati. Meskipun mereka tak berbuat onar dan mengganggu stabilitas perwayangan, keluarga Pandawa minta Prabu Kresna bisa menyelesaikan kasus ini.

- Advertisement -