BAMBANG MAYANGKARA

260 views
Ketemu Bambang Mayangkara, Resi Anoman mendadak sehat, hilang penyakit nyeri lututnya.
- Advertisement -

PERTEMUAN Selapanan di Kerajaan Ngastina baru saja dimulai ketika seorang anggota Hansip nyelonong masuk ke istana. Dia memberitahukan bahwa di Taman Kadilengeng Dewi Lesmanawati tertangkap basah mengurung seorang pemuda. Prabu Duryudana tentu saja sangat terkejut dan malu. Dapat didikan dari mana sehingga putrinya berani  kumpul kebo dengan cowok tak dikenal?

“Maaf Baginda, sebenarnya kesatria muda itu datang sejak kemarin sore. Karena sampai pukul 22.00 belum juga pergi, saya usir dia. Eh, malah menantang berkelahi…!” katu petugas Hansip itu terbata-bata.

“Siapa namanya, dan dari mana dia?” Prabu Duryudana minta penjelasan lebih lanjut,

“Mana saya tahu, orang dia nggak mau tunjukkan KTP-nya. Yang ielas namanya Bambang Mayangkara, wayangnya ganteng memang,  rambut model Ahmad Dhani”, jawab Hansip itu lagi agak meninggalkan unggah-ungguh (sopan santun).

Patih Sengkuni segera diperintahkan membereskan simaling keparat itu. Pertemuan yang tadinya akan membahas divestasi saham 90 % PT Ngemprot, terpaksa ditunda lagi. Prabu Baladewa, Adipati Karno, Pendita Durna dan Patih Sengkuni keluar dari istana untuk membereskan Bambang Mayangkara.

Terlebih-lebih Patih Sengkuni, dia tampak sibuk luar biasa. Sebab penyelesaian kasus Bambang Mayangkara, sangat mempengaruhi kariernya di kepatihan. Salah-salah bisa diberhentikan hanya lewat WA. Secara bisik-bisik Prabu Duryudana tadi telah memberikan oltimatum, kalau gagal membereskan aksi Bambang Mayangkara, dirinya disuruh mundur dari jabatan patih. Alasannya, kasus ini sungguh bikin malu dan merusak citra raja Ngastina.

“Kalau malu ya tinggal tutup muka pakai jaring hitam. Gitu saja kok repot,” bisik Patih Sengkuni pula.

“Husy, memangnya saya sungai Item? Ngawur saja paman Sengkuni.”  Bentak Prabu Duryudana.

Dengan didampingi Adipati Karno, Patih Sengkuni segera mengumpulkan wayang-wayang Ngastina. Baik yang berada dalam kotak maupun dipajang di layar semuanya diminta siap siaga, mengawal dua tokoh penting Gajahoya (nama lain Ngastina – Red) itu menuju ke Taman Kadilengeng untuk menggerebek Bambang Mayangkara.

- Advertisement -