PENDAWA MUKSWA

165 views
Betara Indra menolak Puntadewa masuk suwargaloka dengan bawa anjing. Tapi apa bisa dititipkan di Ragunan?
- Advertisement -

“TUH masih ada abu gosok, bawa sekalian sono….!” Kata-kata Werkudara tiba-tiba memecah keheningan, kesannya begitu nyinyir dia.

Yamawidura sangat tersinggung mendengar ucapan Wer­kudara yang terlalu sengkring (menusuk perasaan). Maka barang oleh-oleh dari Puntadewa hendak diturunkan dari bagasi mobilnya. Dengan cepat penguasa baru di Ngas­tina itu mencegahnya, sementara Harjuna juga mengerdipi Werkudara untuk bisa bersikap agak sopan sedikit.

“Omongan Werkudara sebaiknya jangan Paman gubris. Wayang oposisi memang suka begitu, kalau punya modal dan massa, pasti berontak dia…!” kata Puntadewa menghibur Yamawidura.

“Jadi kalian nggak nyesel kan, barang-barang ini saya bawa?” balas Yamawidura.

Puntadewa, Harjuna beserta Nakula dan Sadewa menggeleng. Tinggal Werkudara yang menggerutu berkepanjangan. Saat mobil carteran Yamawidura ini hendak berangkat, tiba-tiba Dewi Kunti ibunya Keluarga Pendawa serta merta menghambur ingin mengikuti jejak Yamawidura. Dia ingin pula menjadi pertapa, persiapan menjelang ajal. Tentu saja baik Yamawidura maupun Keluarga Penda­wa mencegah kehendak Dewi Kunti. Bukan karena rombongan calon pertapa itu sangunya terlalu mepet, tetapi sesungguhnya keberadaan Dewi Kunti di Ngastina masih sangat dibutuhkan. Paling tidak menjadi penasehat Dharma Wanita Cabang Gajahoyalah!

Ternyata Dewi Kunti tetap ngotot, persis Ratna Sarumpaet minta korban tenggelam di Danau Toba diangkat. Terpaksa keluarga Pendawa meluluskan permintaan ibunya. Ini berarti anggaran jadi makin membengkak, sebab Puntadewa iuga harus membekali ibunya ke tempat yang baru. Mau diambil dari pos mana duit itu, urusan raja Ngastinalah itu.’

“Selamat jalan ya Bu, nanti kalau kurang duit, WA saja ke sini,” ujar Puntadewa ketika melepas Dewi Kunti.

Rombongan pertapa kini genaplah tiga wayang. Selain Yamawidura dan Kunti, ada satu lagi wayang Sanjaya dari Kaveling Pagombakan yang juga putra si pincang Yamawidura. Dan Colt kijang kapsul carteran itu pun meluncur ke Saptaharga, tempat tujuan akhir mereka sebagai pertapa.

- Advertisement -