Terbakar 75 Persen, Duloh Nginap 6 Bulan di Shelter LKC Dompet Dhuafa Purwokerto

33 views
SHELTER - Duloh pasien luka bakar dari Purbalingga bersama kedua orang tuanya, di shelter LKC Dompet Dhuafa Purwokerto selama 6 bulan atau selama perawatan lukanya. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

PURWOKERTO – Selama 6 bulan Duloh Apria, 15 tahun, menjadi penghuni Shelter Layanan Kesehatan Cuma-cuma, Purwokerto, Jawa Tengah. Warga Bandingan, Karang Jambu, Kec. Karang Jambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah ini harus kontrol setiap minggu ke RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo, Purwokerto.

Sebelumnya, beberapa bulan yang lalu, Duloh bermain ke sawah orang tuanya yang baru panen padi dan bersiap untuk mengolah sawah untuk ditanami kembali. Tanpa sengaja salah satu sendalnya terlempar ke tumpukan abu sekam dan jerami bekas pembakaran. Ia berpikir apinya sudah padam, ternyata ketika ia mengambil sendalnya itu ia terperosok ke dalam tumpukan abu, ternyata di bawah tumpukan itu si-api masih membara.

Duloh yang masih duduk di kelas 5 SD ini kaget dan kesakitan serta kepanasan. Ia berlari secepatnya dan terus berlari menuju rumahnya yang berjarak 200 meter dari tempat kejadian. Sesampai ia di rumah, dia langsung masuk kamar mandi dan merendam bekas terbakar dengan air, selama satu jam ia mendinginkan badannya dalam bak di kamar mandi.

Ternyata, didinginkan pakai air bukannya lebih baik, kondisi kaki dan tubuhnya. Daging menggelotok sampai 75 persen. Di rumah ia sendiri, bapak dan ibunya lagi di sawah. Satu jam kemudian baru bapak dan ibunya pulang untuk makan siang. Dan mereka mendengar rintihan Duloh di kamar mandi, ketika dilihat kondisi Duloh sudah sangat memprihatinkan. Bapaknya segera mengangkat Duloh dan melarikan ke Puskesmas Karang Jambu. Pihak Puskesmas mengambil tindakan untuk merujuk Duloh ke IGD RS Siaga Medika, Purbalingga untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Di rumah sakit ini, 5 bulan Duloh dirawat untuk memulihkan luka bakarnya. Selanjutnya pihak rumah sakit merujuk Duloh untuk merecoveri luka bakarnya ke Poli Bedah RS
RSUD Prof. DR. Margono Soekarjo, Purwokerto.

- Advertisement -