Kemarau Ancam Warga Cimahi Alami Krisis Air

50 views
foto ilustrasi
- Advertisement -

BANDUNG – Kemarau telah membuat  menurunnya debit air di sumur masyarakat Cimahi, Bandung, Jawa Barat dan berpotensi menyebabkan masyarakat kekurangan air bersih.

Penurunan muka air tanah di Kota Cimahi salah satunya dikarenakan penggunaan atau eksploitasi air tanah yang tidak terkendali, seperti untuk pembangunan industri pada beberapa daerah dengan kondisi air tanah yang nisbi baik.

“Dampaknya jumlah air tanah akan berkurang, dulu kalau kita bikin sumur lima meter ada airnya, sekarang minimal harus 20 meter. Dampak lain permukaan tanah bisa amblas. Surutnya air tanah di Kota Cimahi terjadi karena beberapa faktor. Memang pengaruhnya besar terutama penggunaan air oleh industri,” ucap Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, M. Nur Kuswandana.

Menurutnya, program bantuan artesis dan sumur dangkal (jetpam) digelar Pemkot Cimahi periode 2014-2015, saat ini tinggal tersisa 72 titik tersebar di Kota Cimahi.

“Kondisi air tanah mulai mengering, maka air dari artesis dan sumur dangkal tersebut harus dijaga untuk kebutuhan darurat,” katanya.

Sementara itu untuk pemenuhan air minum diupayakan  pemanfaatan air permukaan secara optimal. Pemerintah menggenjot rencana pengelolaan air secara mandiri dengan mengubah Unit Pelayanan Teknis (UPT) Air Minum menjadi Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Cimahi.

“Pembentukan PDAM dapat menambal layanan sisa warga yang belum terlayani air bersih,” katanya.

Sumber air yang bakal dikelola dari beberapa sumber, diantaranya sumber air dari Leuwilayung Cimahi Utara dan aliran Sungai Cimahi.

“Sumber air baku lainnya belum ada. Sejumlah aliran sungai sudah tercemari limbah domestik, juga limbah industri. Jadi tidak dimungkinkan,” katanya, dikutip PR.

 

- Advertisement -