Korut Tidak Lagi Pamer Rudal

1.965 views
Korps Tentara Wanita Korut berparade di alun-alun Kim Il Sung, Pyongyang, Minggu untuk merayakan HUT ke-70 negara itu.
- Advertisement -

PEREDAAN ketegangan mulai terasa di Semenanjung Korea, tercermin dari parade HUT ke-70 Korea Utara di Pyongyang, Minggu (9/9) yang tidak lagi menampilkan rudal balistik menjelang pertemuan ketiga antara presidennya, Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Mon Jae-in September nanti.

Di barisan kendaraan tempur dalam parade yang digelar di alun alun Kim Il Sung, Pyongyang,tampak deretan alutsisita ex- Rusia seperti kendaraan lapis baja pengangkut personil BTR-80, tank tempur utama T-62 yang dimodifikasi (Chonma-ho) dan T-72 (Pokping-ho), tank pengangkut meriam swagerak M-1991 (122 mm) dan M1989 (170 mm) buatan dalam negeri.

Alutsista lainnya yang dipamerkan: rudal jarak dekat darat ke udara SA-13 yang diangkut tank BTR-50, peluncur roket multi laras (MLRS) RM-70, sejumlah rudal darat ke darat modifikasi Scud (semua ex-Uni Soviet) dan MLRS jenis KN-09 ex-China.

Rudal-rudal balistik jarak jauh seperti Pukguksong-2, Hwasong, 12, Hwasong 14 dan Hwasong-15 yang bisa membawa hulu ledak nuklir dan disebut-sebut mampu menjangkau sebagian daratan pantai Timur Amerika Serikat dan seluruh wilayah Jepang absen dalam parade kali ini.

Sementara itu, puluhan ribu anggota Tentara Pembebasan Korea termasuk korps wanita berdefile dengan gagah, mengangkat kaki sampai 90 derajat sambil mengayunkannya dan menoleh serentak untuk memberi hormat di depan podium yang dihadiri Presiden Kim Jong Un, petinggi sipil dan militer serta tokoh-tokoh Partai Komunis Korut.

Korut dilaporkan telah memusnahkan situs fasilitas ujicoba bom nuklir di Punggye-ri sesuai komitmen pemimpin negara itu Kim Jong Un yang dilontarkan dalam pertemuan-pertemuan terdahulu dengan mitranya, Presiden Korsel Mon Ja-in mau pun Presiden AS Donad Trump.

Sebelumnya di Panmunjon dan Singapura
Sebelumnya, Kim dan Mon, pemimpin dua negara serumpun yang masih berstatus perang, bertemu pertama kalinya di kawasan demiliterisasi (DMZ) di Desa Panmunjom 27 April dan di Pulau Santosa Singapura pada 12 Juni lalu yang juga diikuti Presiden Donald Trump.

- Advertisement -