Tawuran, Anomali Peradaban

73 views
- Advertisement -

Kejadian lainnya, tawuran antar pelajar SMK Pijar Alam dan SMK Karya Bahana Mandiri terjadi di Jalan Raya Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi,(16/8) lalu menewaskan seorang siswa sekolah tersebut berinisal IP.

Masih Banyak lagi

Kejadian-kejadian di atas hanya yang terekam di media sejak pertengahan Agustus, dan masih banyak lagi aksi-aksi tawuran terjadi di berbagai tempat di Indonesia sepanjang tahun tanpa alasan masuk akal.

Jurusan Antropologi Sosial Universitas Negeri Medan Rini Nasution menilai, sangat ironis jika siswa yang diharapkan menjadi pembelajar sejati terlibat tawuran yang bersifat destruktif. Ulahnya tersebut juga termasuk bentuk perilaku menyimpang (deviation social).

Sementara Sosiolog Paulus Wiroutomo menilai, tawuran sebagai wujud solidaritas antarwarga yang tidak baik, karena dilakukan tidak pada tempatnya.

Berdasarkan penelitiannya di daerah Johar Baru, Jakarta Pusat, tawuran antarwarga di Ibu Kota bisa terjadi antar-kelompok warga sesame kampung, antar-kelompok, antarkampung, atau antarsekolah.

Menurut dia, tawuran semacam itu yang terjadi di berbagai tempat di negeriini , tidak dijumpai di tempat lain, kecuali perkelahian antargeng atau penjahat.

Pendidikan etika dan tatakrama yang “membumi” di tataran praktis, mulai di level keluarga, juga kurikulum sejak kelompok bermain, SD hingga peguruan tinggi, juga pemahaman tentang pasal-pasal hukum terkait kekerasan perlu ditanamkan terus.

Sikap proaktif aparat, mulai dari jajaran terbawah di desa (Satpol PP dan Babinsa), Polsek, Polres dan terus ke jajaran lebih tinggi, harus didorong, termasuk “reward and punishment” berupa promosi atau demosi bagi petugas terkait penanganan tawuran.

Tawuran, selain mencitakan trauma bagi korban dan kehilangan bagi keluarga korban yang ditinggalkan, sangat menciderai harkat dan martabat bangsa di era milenial yang beradab dan zaman now.

- Advertisement -