821 Juta Warga Dunia Kurang Gizi

30 views
Berdasar laporan PBB, 821 juta warga dunia termasuk sembilan juta balita di Indonesia mengalami kelaparan atau kurang gizi akibat cuaca ekstrim sepanjang 2017
- Advertisement -

RAKYAT Indonesia yang berkecukupan dengan sandang-pangan harus bersukur karena berdasarkan laporan PBB, akibat cuaca ekstrim seperti kekeringan, suhu ekstrim, badai dan banjir, sebanyak 821 juta penduduk dunia mengalami kurang gizi pada 2017.

Dalam laporan PBB bertajuk: ”Ketahanan Pangan dan Gizi Dunia 2017” yang dirilis Selasa lalu (11/9) disebutkan bahwa kaum perempuan, bayi dan lansia merupakan golongan yang paling rentan akibat dampak cuaca.

Dibandingkan 2016 dengan 804 juta orang yang kekuragan gizi, berarti terjadi peningkatan 17 juta orang pada 2017 atau pada posisi ksetaraan satu diantara sembilan orang yang mengalami kekurangan gizi.

Selain itu, jumlah orang yang menderita kelaparan juga meningkat selama tiga tahun terakhir ini, kembali pada angka yang terjadi hampir satu dekade lalu, dan yang lebih mencemaskan lagi, sekitar 22,2 persen nak balita terdampak tumbuh kerdil atau mengalami stunting selama 2017.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita disebabkan kekurangan asupan gizi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari janin hingga berusia dua tahun.

Lebih jauh laporan PBB itu mengungkapkan, negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah terutama di akwasan Afrika terkena dampak paling parah oleh iklim ekstrim yang semakin sering terjadi . Afrika merupakan wilayah dengan gejolak iklim dan stress yang berdampak kekurangan gizi akut terhadap 59 juta orang di 24 negara.

Aksi penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan dunia yang bebas kelaparan, menurut laporan PBB tersebut, yang penting dengan mempercepat dan memperkuat ketahanan serta kapasitas sistem pangan yang adaptif serta mata pencaharian masyarakat untuk meresponse variabiitas iklim ekstrim.

DI negara-negara yang terjadi guncangan konflik dan iklim, dampak terhadap kerawanan pangan semakin besar, tercermin dari jumlah warga yang membutuhkan bantuan pangan mendesak tahuan lalu sebanyak 66 juta orang di seluruh dunia.

- Advertisement -