Lebanon Tolak Rencana AS Kembalikan Pengungsi Palestina ke Negara Tetangga

8 views
Ilustrasui Sekitar 50.000 orang tinggal di cam pengungsi Ain al-Hilweh Lebanon/ Reuters
- Advertisement -

LEBANON – Menteri Luar Negeri Lebanon Jebran Bassil telah mengecam rencana AS untuk mengembalikan pengungsi Palestina di negara-negara tetangga Arab.

Harian Lebanon Al-Joumhouria melaporkan pernyataan Bassil datang sebagai tanggapan atas kicauan  Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz di twitter  yang mengatakan Israel menyambut dugaan rencana oleh Presiden AS Donald Trump untuk memukimkan kembali pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, Libanon dan Irak.

Dalam tweetnya, Katz tidak memberikan perincian tambahan mengenai dugaan proposal AS. Bassil menekankan penolakan negaranya terhadap rencana semacam itu.

“Bahkan jika seluruh dunia menerima pemukiman kembali [pengungsi Palestina], kami akan menolaknya,” katanya.

“Seperti kami mengalahkan Israel dengan mengusir pendudukannya (dari Lebanon Selatan pada tahun 2000), kami akan mengalahkan proyek pemukiman kembali,” katanya, dikutip Anadolu.

“Hak untuk kembali mengacu pada hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka di Palestina yang bersejarah dari mana mereka didorong pada tahun 1948 untuk memberi jalan bagi negara baru Israel.”

Libanon saat ini menjadi tempat pengungsian bagi sekitar 590.000 pengungsi Palestina (dari sekitar lima juta orang di seluruh dunia).

- Advertisement -