Perebutan Idlib, Tinggal Tunggu Waktu

2.598 views
Turki mempersiapkan diri untuk menyerbu Idlib, Suriah, termasuk pasukan khusus baret merah (OKK).
- Advertisement -

KONFLIK militer untuk memperebutkan kota Idlib, ibukota Propinsi Idlib, Suriah agaknya tinggal menunggu saat tepat bagi pihak-pihak bertikai yang saat ini sedang menyiapkan pasukan masing-masing.

Perang agaknya tidak terelakkan menyusul gagalnya pertemuan antara pemangku kepentingan di Suriah yakni Iran, Turki, Rusia dan rezim Suriah pimpinan Bashar al Asaad di Teheran, Jumat lalu (7/9).

Dalam pertemuan tripartit plus rezim yang berkuasa di Suriah tersebut, Turki yang selama ini mendukung pasukan oposisi Suriah yang masih menguasai markas besar dan benteng terakhir mereka di Idlib menentang keras rencana penyerangan ke wilayah yang membujur sepanjang tapal batas negaranya itu.

Alasannya, bagi Turki, selain berada di belakang pasukan oposisi, juga cemas, jika Idlib diserang oleh pasukan gabungan Iran, Rusia dan rezim Suriah, negerinya akan dibanjiri pengungsi lagi dari wilayah itu, padahal saat ini saja Turki sudah menampung sekitar 2,5 juta pengungsi Suriah.

Dilaporkan bahwa Turki sedang memperkuat posisi-posisi pasukannya di Idlib termasuk mengirim satuan khusunya, begitu pula rezim Suriah dan mitra-mitranya. Semula, berdasarkan kesepakatan Astana, Kazakhstan, ketiga negara: Iran, Suriah dan Turki diizinkan menempatkan pos-pos militernya di wilayah Idlib yang dijadikan zona deeskalasi.

Idlib sendiri, menurut laporan PBB, saat ini dikuasai oleh sekitar 10.000 anggota milisi oposisi Suriah, belum termasuk sejumlah fraksi-fraksi kelompok teroris lainnya.

Wilayah Strategis

Bagi rezim Suriah, dengan menguasai kembali Idlib, berarti seluruh wilayah barat di negeri itu yang strategis dan subur berada di tangannya setelah wilayah strategis lainnya seperti Aleppo (Des.2016), Ghouta Timur (Maret 2018) dan Deraa (Juli 2018) berhasil direbut dari tangan pemberontak.

Dengan menguasai Idlib, kelompok perlawanan Surah hanya mampu bertahan di wilayah timur negara itu yang gersang, terisolasi walau ditemukan sejumlah cadangan migas. Milisi perlawanan yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan tulang punggungnya Unit Perlindungan Rakyat Kurdi(YPG) dukungan AS saat ini masih mengontrol wilayah Raqqa dan Deir el-Zour di timur Suriah.

- Advertisement -