KRESNA MURCA

210 views
Narada merasa lega, Kresna yang diisyukan diculik ternyata ada di TKP.
- Advertisement -

BERTOLAK dari kasus Nikahsiri.com, diam-diam kahyangan Jonggring Salaka hendak mengevaluasi gelar “Satria Lananging Jagad” (SLJ) bagi Raden Harjuna. Sebab dengan banyaknya istri Harjuna yang “nganggur” lama tak digilir, mereka mengisi waktu ikut aplikasi Nikahsiri.com tersebut. Ini jelas lebih banyak mudlaratnya dari manfaatnya.

Dengan izin mengawini 100 wanita, Harjuna memang tak pernah “kedinginan” sepanjang masa. Tapi sebaliknya bagi pihak mereka yang diperistri, sekian lama tunggu antrian digilir Harjuna, sama saja penelantaran kaum hawa secara masal. Apa lagi Harjuna ini terkenal royal di bonggol, tapi pelit di benggol.

“SLJ sangat melanggar azas pemerataan, kakang Narada,” kata SBG (Sanghyang Betara Guru), dari Bale Marcakunda.

“Untuk meningkatkan PAA kahyangan, mestinya istri kedua sampai 100 kena pajak progresif.” Saran Patih Narada.

Sudah bukan rahasia lagi, meski istri Harjuna berjumlah 100, yang disanding dalam kesatrian Madukara hanya Sumbadra dan Srikandi. Lainya yang berjumlah 98, tinggal di rumah mertua, dari kalangan dewa, begawan, sampai eks anggota dewan yang tak pernah kena OTT. Harjuna paling datang 6 bulan sekali. Setelah sporing balansing dan amplas platina, kembali ke pangkalannya di Ngamarta.

“Merujuk fatwa MUI, 96 istri Harjuna harus diceraikan. Janda-janda itu kemudian dipersilakan menikah dengan lelaki lain yang bisa mensejahterakan,” kata SBG dalam sidang di Bale Marcakunda.

“Kalau Harjuna menolak, bagaimana adi Guru? Dia kan wayangnya ngeyelan, kayak kaum oposisi. Salah-salah kita digugat ke MK.” Patih Narada mengingatkan.

“Ya pencabutan gelar “SLJ” serta merta, dan diumumkan secara terbuka, tidak diam-diam lagi. Gitu saja kok repot.”

Memang, pencabutan gelar “SLJ” tersebut akan dilakukan secara diam-diam, agar nama baik Harjuna tetap terjaga. Dia cukup dipanggil ke Jonggring Salaka, diminta mentalak 96 istrinya, selesai. Betara Guru memang tidak mau, keputusannya yang tidak populer itu akan menimbulkan gejolak dalam masyarakat perwayangan, khususnya bagi para janda Harjuna kelak.

- Advertisement -