Pemerintah Nyatakan Belum Ada Pengungsi Gempa Lombok Tewas akibat Malaria

23 views
Pengungsi gempa Lombok dikunjungi Presiden Jokowi/ Tempo
- Advertisement -

JAKARTA –  Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan belum ada korban jiwa akibat penyakit malaria pascagempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Diberitakan sebelumnya ratusan pengungsi Lombok dilaporkan mulai terjangkit malaria tropika.

Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sigit Priohutomo mengatakan dari  total 3.779 orang yang diperiksa masal malaria (mass blood survey/MBS),  110 orang di antaranya dinyatakan positif terkena malaria dan 10 orang dinyatakan bergejala.

“91 persen penderita malaria yang ditemukan secara aktif, tidak bergejala malaria,” kata Sigit,  saat konferensi pers di kantor pusat Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018).

Menurutnya, seperti dilansir metrotvnews, perubahan perilaku menjadi penyebab banyak pengungsi terkena malaria. Situasi di Lombok, khususnya Lombok Barat sedang mengalami kekeringan seusai gempa, sehingga persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari menjadi minim.

Hal ini mendorong para pengungsi untuk mencari sumber air. Namun, sumber air yang ditemukan dalam kondisi yang tidak biasa alias tempat nyamuk malaria bersarang. Lalu ketika kembali ke tempat pengungsian penyakit tersebut menular kepada pengungsi lainnya.

“Ini jadi penyebab penularan dan sebagainya,” ungkapnya.

 

- Advertisement -