Haru, Akhir Pencarian Putri Syafullah di Balik Puing Bencana Palu

4.994 views
Haru, ujung pencarian putri Syafullah. Foto: Taufan/DD
- Advertisement -

PALU – Menyaksikan kabar berita bahwa gempabumi dahsyat dan tsunami melanda Palu, Donggala, Sigi, dan sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Andi Syafullah, sontak panik dan segera untuk mencari keberadaan putrinya bernama Aulia Fatah Kalepe. Putri Syafullah tercatat sebagai mahasiswi di Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tandulako.

Kabar terakhir dari Aulia, bahwa ia tengah mengikuti tugas Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Donggala. Dimana Donggala adalah lokasi terdekat dengan pusat gempabumi berkekuatan 7,4 Skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah. Itulah yang membuat Andi Syafullah dan keluarga khawatir.

“Kami tahunya kabar terakhir Aulia ikut KKN di Donggala. Saya menangis melihat hancurnya Donggala. Saya pikir, anak saya berada di dalam reruntuhan itu,” ucap Andi Syafullah, kepada aktivis kemanusiaan Dompet Dhuafa, Rabu (3/10/2018).

Mendapati kabar tersebut, Andi Syafullah bergegas pergi ke Donggala. Setelah tiba di Donggala, ternyata Donggala hancur akibat guncangan gempa berskala 7.4 Skala Richter, akhir pekan lalu. Tak berhenti di situ, Syafullah melanjutkan pencarian ke kostan putrinya. Ia ingat bahwa Aulia kost di dekat Universitas Tadulako, tepatnya di bagian bawah dekat pantai. Tetapi apa yang ia temui, kostan putrinya tersebut turut hancur akibat hantaman tsunami.

Dari pencarian tersebut, Syafullah merasakan hasilnya sia-sia. Tangisnya kembali tak terbendung setelah mendapati semua jejak putrinya hancur. Baik Donggala yang menjadi lokasi KKN, dan juga kostan putrinya di dekat Universitas Tadulako luluh-lantah.

“Semuanya sudah hancur, dan saya belum menemukan Aulia. Saya tak tahu lagi harus kemana mencarinya,” tambah Syafullah, dengan terisak.

Perjuangan mencari putri tercintanya tak sampai di situ. Sampai takdir Allah SWT mempertemukannya dengan salah satu mahasiswa dari kampus yang sama dengan putrinya. Mahasiswa tersebut memberitahunya untuk mencoba mencari putrinya di kampus. Karena Universitas Tadulako di setiap fakultasnya ada pos pengungsian untuk mahasiswa-mahasiswi dari luar Kota Palu.

- Advertisement -