Kekerasan Seksual Ancam Perempuan

48 views
Komnas Perempuan mencatat, setiap dua jam, tiga dari empat perempuan terpapar kekerasan seksual.
- Advertisement -

SETIAP dua jam, ada tiga dari empat perempuan di berbagai tempat di negeri ini yang melaporkan mengalami kekerasan seksual, sekitar 26 persen diantaranya dilakukan di ruang-ruang publik.

Berdasarkan laporan Komnas Anti Kekerasan terhadap Perempuan,selama 2017, terjadi 340.000 kasus kekerasan seksual yang korbannya adalah perempuan muda dan anak-anak perempuan.

Sementara menurut hasil riset bersama antara Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPI) dan U-Report Indonesia pada 2017, sarana transportasi dianggap sebagai fasilitas publik paling tidak aman, sedangan trotoar dan kamar mandi umum dinilai sebagai ruang publik yang tidak aman bagi mereka.

Riset digelar pada 7 sampai 10 September lalu melalui FB, Messenger, SMS, Whatsapp dan Twitter terhadap 1.398 anak perempuan berusia 15 sampai 17 tahun yang tinggal di kota-kota besar di P. Jawa.

Mayoritas atau 78,4 persen responden menilai, faslitas publik yang tersedia saat ini masih belum memenuhi kebutuhan anak perempuan.

Sebanyak 64 responden menyatakan tindakan kriminal dan pelecehan seksual merupakan penyebab tertinggi yang membuat tidak aman, sedangkan 19 responden menilai, kepadatan pengguna fasilitas publik yang menjadi penyebabnya.

Trotoar juga paling tidak aman bagi peremuan muda dan anak-anak perempuan karena saat berjalan kaki menyusurinya, mereka rentan dilecehkan dengan siulan atau komentar usil oleh orang-orang di sekitarnya.

Sebanyak 44,9 persen responden pernah menyaksikan kekerasan seksual berupa kekerasan verbal, sedangkan 47,3 persen responden menyatakan pernah menyaksikan kekerasan seksual lebih lima kali.

Sementara hasil survei Plan Internasional baru-baru ini yang digelar di 22 kota di dunia menyebutkan, Bogota di Kolombia dinilai sebagai tempat terburuk dan Lima di Peru sebagai kota paling berbahaya bagi perempuan muda yang berpergian sendiri, sementara Johannesburg di Afrika Selatan paling rawan pencurian, perampokan dan penyerangan seksual.

- Advertisement -