Pengabdian dr. Agus di RS. Terapung Bantu Korban Gempa Palu

13 views
dr. Agus (keempat dari kanan) foto: ist
- Advertisement -

Menjadi dokter, bahkan dokter spesialis tidak harus bekerja di rumah sakit yang berkelas dan mahal, setidaknya itu yang ada di dalam diri dr Agus Hariyanto, SpB. Ia memilih melakukan praktek di perahu dengan fasilitas yang minim, demi untuk membantu masyarakat di daerah terpencil.

Rasa kemanusiaannya terpanggil saat ia mengikuti perjalanan bersama tim dari rumah sakit Tulehu, Ambon, ke sebuah desa terpencil di Pulau Seram. Untuk menuju lokasi, ia harus menaiki speedboat sewaan.

“Tidak tahunya banyak sekali, sampai hampir 30 kasus saya operasi di sana. Lalu aku pikir, ini di tempat lain pasti lebih banyak,”¬†tambahnya.

Saat ini dr. Rudi yang telah memimpin Kapal Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) selama 1 tahun terakhir dan kini bersama YBM PLN yang merupakan anggota dari Forum Zakat (FOZ), memutuskan untuk menurunkan jangkarnya di pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, agar dapat membantu para korban gempa dan tsunami yang terjadi di lokasi tersebut.

RSTKA ini beroperasi selama 24 jam serta dilengkapi dengan ruang operasi, dan setiap harinya selama di Donggala RSTKA bisa melayani 100an warga yang menjadi korban gempa Palu.

Abdul Kadir yang merupakan pengurus YBM PLN menyatakan bahwa rumah sakit terapung tersebut dibuat untuk menolong para korban yang harus mendapatkan bantuan kesehatan, terutama yang berada di Donggala.

Kapal yang jadi RS Terapung, bantu korban gempa Palu. Foto : ist

Program kapal terapung itu juga merupakan bagian dari sinergi tanggap darurat bersama 41 Lembaga zakat lainnya yang tergabung dalam fase respon cepat yang dikawal Forum Zakat.

- Advertisement -