Enam Bulan Pascagempa, Ratusan Korban Gempa Banjarnegara Masih Tinggal di Pengungsian

16 views
Ilustrasi Tim kesehatan Dompet Dhuafa periksa kesehatan korban gempa Banjarnegara. Foto: DMC
- Advertisement -

BANJARNEGARA – Ratusan korban gempa Banjarnegara yang rumahnya rusak setelah dihantam gempa pada 18 April 2018, masih tinggal di pengungsian hingga kini.

Gempa 4,4 Skala Ritcher (SR) kala itu menggoncang dan meluluhlantakkan lima desa di Kecamatan Kalibening, yang merupakan daerah wilayah yang paling terdampak dalam shake map atau peta goncangan gempa.

Ketika gempa terjadi, ratusan rumah penduduk, rumah ibadah, dan fasilitas umum lainnya rusak.

Kerusakan paling parah terjadi di lima desa, meliputi Desa Kertosari, Kasinoman, Sidakangen, Plorengan, dan Kalibening. Hasil verifikasi akhir, sebanyak 238 rumah roboh atau rusak berat, 168 rusak sedang, dan 361 rumah rusak ringan.

Enam bulan berlalu sudah sejak gempa Kalibening April 2018. Warga pun mulai kembali ke kehidupan normal. Rumah-rumah yang rusak ringan dan sedang telah diperbaiki.

Akan tetapi, pada masa rehabilitasi pasca-gempa Banjarnegara ini, masih ada ratusan keluarga yang hidup di pengungsian. Mereka adalah pemilik 238 rumah yang kini tengah dibangun akibat roboh atau rusak berat akibat gempa Banjarnegara.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arif Rachman mengatakan, dari 238 rumah yang dibangun, rumah yang sudah jadi dan siap dihuni baru sekitar 10 persen, atau sekitar 30 unit.

Mereka tersebar di empat desa, yakni Kertosari, Sidakangen, Kasinoman dan Plorengan. Sebagian tinggal di hunian semementara (Huntara). Sebagian lainnya, tinggal menumpang ke rumah saudara.

“Dari lima desa yang terdampak, di Desa Kalibening tidak ada yang rusak berat atau roboh. Hanya di empat desa itu,” katanya.

Sementara pada Rabu (10/10/2018), BPBD Banjarnegara, Kementerian PUPR, pelaksana pembangunan dan instansi terkait lainnya telah menggelar rapat koordinasi mengenai perkembangan pembangunan rumah untuk korban gempa.

- Advertisement -