Aku Ingin Kursi Roda Elektrik

29 views
- Advertisement -

JAKARTA – Satu tangan Budi (37) kembali mencengkram roda yang menempel pada kursinya. Gerakannya gontai ketika satu tangannya lagi ia gunakan untuk menjajakan tisu. Kendati lelah telah hinggap di tubuhnya yak tak sempurna, namun pria penyandang disabiltas itu tetap tegar berjualan tisu di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.

Dalam mengarungi kehidupan Budi hanya menginginkan kursi roda elektrik yang bisa dikendalikan dengan jarinya saja. Namun harganya yang berkisar Rp 40 jutaan mmebuat keinginan Budi pupus.

“Pengin banget bikin kursi roda pakai mesin biar bisa keliling lebih jauh,” kata Budi yang sehari-hari berjualan dari pukul 9 hingga 6 sore seperti dilansir Kompas (15/10).

Berjualan tisu sudah dilakoninya sejak 2016. Tubuh kerdil tanpa kaki membuat pekerjaan menjajakan tisu lebih berat. Ia berjualan setiap hari dan hanya libur jika benar-benar kelelahan. Tetapi bagi Budi itu sudah lebih baik dari pada ia harus mengemis.

Sebelum berjualan tisu, Budi memang biasa mengemis di Ibu Kota. Penghasilannya ketika mengemis dengan berjualan tisu memang jauh. Namun, ia sadar meminta-minta itu dilarang dan tak baik.

“Tapi, masih mending jualan gini, dari pada tidur atau menadahkan tangan (mengemis), sama-sama capek juga,” kata Budi yang pernah terciduk dan tinggal selama tujuh bulan di panti sosial

- Advertisement -