Kisah Rasulullah Dialami Badi di Respon Gempa Palu

292 views
Relawan Badi paling kiri. Foto: Maifil/KBK
- Advertisement -

Pernah suatu kali Rasulullah akan memakan sebutir kurma, dan hanya satu-satunya kurma itu yang beliau miliki. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan meminta sedekah makanan. Rasulullah kemudian memberikan kurma itu kepada sang peminta.

Kisah yang sama dialami relawan Lembaga Pelayan Masyarakat Dompet Dhuafa Badi Uzaman, 23 tahun. Yang dari pagi, Sabtu (27/10/2018), ia sudah sibuk membantu tim logistik untuk mempersiapkan penyaluran bantuan untuk pengungsi korban Gempa dan Tsunami di Palu.

Ketika hendak istirahat dia melihat ada salah seorang relawan yang bertugas di bagian admin logistik memilik susu dan snack di meja. Dengan iseng, Badi yang sudah kelaparan dan haus itu memberanikan diri untuk meminta. “Boleh ngga snack dan susu itu untuk saya?” tanya Badi.

Melihat perjuangan Badi yang dari pagi mendukung tim logistik, padahal tugas pokoknya mendukung Tim Dapur Keliling (Darling) Dompet DHuafa, relawan itu tak sampai hati untuk bilang tidak, meskipun snack itu juga satu-satunya yang ia punya dan diniatkan untuk sarapan.

Setelah diberikan ke Badi, dan Ia pun hendak membukanya di pinggir jalan raya sambil rehat bersama tim Darling menunggu makanan matang. Tiba-tiba saja ada ibu memboncengi dua anaknya dengan motor berhenti tepat di depan Badi. “Pak boleh nggak susunya untuk anak saya?” pinta ibu itu.

Melihat anak-anak ibu itu sangat berharap mendapat makanan, akhir Badi pun tidak tega untuk bilang tidak meskipun susu itu sudah hampir dia sedot. Yang ibarat pepatah : sudah di bibir tepi cawan.

Dengan penuh tanda tanya Badi pun menyerahkan susu dan snack itu kepada dua anak ibu tadi. Akhirnya, Badi terduduk di dekat teman-teman tim Darling sambil memikirkan kok bisa ya, makanan yang hampir dimulut diminta oleh orang lain. “Ah sudahlah, mungkin itu rejeki mereka, maklum baru saja menjadi korban gempa,” kata Badi dalam hati.

- Advertisement -