Dompet Dhuafa Datang, Trauma Penyintas Hilang

38 views
Tim PFA Dompet Dhuafa dan para penyintas. Foto: DD
- Advertisement -

PALU -Farida, 58, mengucurkan air mata ketika tim Dompet Dhuafa menuntunnya berzikir dalam rangkaian kegiatan psikososial di tenda pengungsian Komplek Perkantoran Angkatan Udara, Jl. Dewi Sartika, Palu, Ahad (28/10/2018)

Para penyintas bencana yang mengungsi ke sana adalah masyarakat Petobo, yang selamat dari gempa dan likuifaksi yang menenggelamkan perumahan dan perkampungan di sana, Jumat, 28 September 2018 lalu.

Tepat satu bulan bencana itu berlalu, Tim Psychological First Aid (PFA) Dompet Dhuafa datang menyapa mereka untuk membantu memecahkan kebuntuan mental dan trauma yang mungkin saja masih dialami para penyintas.

Dan benar, ketika sampai pada tahap relaksasi tim Psikososial Dompet Dhuafa menuntunnya berzikir, ibu Farida berteriak. “Jangan ajak kami untuk bersedih, kami sudah tidak kuat,” ungkapnya.

Bu Farida mengakui, kalau ia kehilangan semua anggota keluarganya. Ia tinggal sebatangkara sekarang di pengungsian. Pergerakan tanah di sekitar tempat ia berdiri, ketika gempa itu terjadi, terlihat nyata di depan matanya.

Tapi Allah SWT menyelamatkannya, namun rumah dan anggota keluarga yang lain semuanya digulung oleh lumpur yang datang sangat cepat dan berputar-putar disekitar dia berdiri. Bahkan tempat ia tegakpun dibawa oleh lumpur itu jauh dari lokasi semula.

Kadarullah, ia selamat bersama dengan beberapa tetangga yang ikut dengannya berkumpul di dekat jemuran rumahnya saat kejadian. Namun kenangan itu tidak akan pernah terlupakan. Bahkan hingga saat ini, ketika mendengar raungan mobil truk di jalanan, ia sudah ketakutan dan menggigil. “Saat kejadian seperti raungan mobil truk,” terang Farida.

Namun tim Dompet Dhuafa tidak menyerah untuk membantu Farida dan 74 KK lainnya yang mengungsi di Posko Angkatan Udara Palu itu. Banyak cara untuk membuat Farida gembira dan siap untuk bangkit lagi.

- Advertisement -